Karang Taruna Lampung Perkuat Akses Permodalan Pemuda Desa
- account_circle orba battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Karang Taruna Lampung memperkuat akses permodalan pemuda desa melalui program Desaku Maju pada Kamis (15/10). Kegiatan ini menggandeng OJK, Bank Lampung, dan BEI untuk memperluas literasi keuangan serta mendorong kewirausahaan masyarakat desa.
Karang Taruna Gandeng Lembaga Keuangan
Bandar Lampung, Battikpost.site — Karang Taruna Provinsi Lampung mengembangkan kolaborasi dengan sejumlah lembaga jasa keuangan melalui program Desaku Maju. Kolaborasi ini menyasar penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi pemuda desa.
Kegiatan perdana berlangsung di Desa Bangun Sari, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran. Lokasi lainnya berada di Desa Tunggul Pewenang, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu.
Karang Taruna melaksanakan kegiatan tersebut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Lampung, dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi itu berlangsung pada Kamis (15/10).
Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung, Mico Periyando, menjelaskan tujuan kolaborasi tersebut. Karang Taruna ingin mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung melalui penguatan ekonomi desa.
Baca Juga Terbaru
“Pak Gubernur kita telah menggariskan bahwa pembangunan Lampung harus dimulai dari desa. Dan Ketua Karang Taruna Lampung Bung WFS sejak awal terpilih juga sudah menyampaikan komitmen itu juga, karena itu sangat sejalan dengan semangat Karang Taruna yang selalu bergerak di desa-desa,” ujar Mico di sela-sela kegiatan, Kamis (15/10).
Menurut Mico, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan perkembangan desa. Ia juga melihat pemuda sebagai unsur penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pemuda Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Mico menilai desa memiliki potensi ekonomi yang besar bagi perkembangan Lampung. Pemuda desa dapat mengambil peran strategis dalam mengolah sekaligus mengembangkan potensi tersebut.
Karang Taruna kemudian menjalankan program Siger Taruna Preneur untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program itu mendorong pertumbuhan wirausaha sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha.
“Kami tidak datang sendiri. Karang Taruna hadir menggandeng para pelindung dan penggerak sektor keuangan. Mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia Perwakilan Lampung, serta Bank Lampung,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi pemuda dan pelaku UMKM untuk memahami sektor keuangan. Perangkat desa juga memperoleh kesempatan meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan.
Karang Taruna juga mendorong masyarakat memahami pengelolaan keuangan secara sehat. Pemahaman tersebut mencakup akses pembiayaan, pengelolaan usaha, hingga perencanaan keuangan.
Dorong UMKM Atasi Kendala Usaha
Mico menyebut kegiatan di dua desa tersebut telah menemukan sejumlah usaha potensial. Namun, para pelaku usaha masih menghadapi beberapa kendala dalam mengembangkan bisnis mereka.
“Dari kegiatan di dua Desaku Maju ini saja, sudah muncul berbagai jenis usaha yang potensial, tapi masih mengalami berbagai kendala. Mulai dari susahnya akses permodalan, akses pasar, teknologi, hingga pendampingan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas. Dan Karang Taruna berkomitmen mengawal hingga tuntas berbagai kendala itu,” jelasnya.
Karang Taruna akan mendorong pemuda agar memiliki kemampuan lebih luas dalam mengembangkan usaha. Kemampuan tersebut tidak hanya mencakup produksi dan pemasaran produk.
Mico juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola keuangan secara tepat. Pemuda perlu memahami investasi aman untuk mendukung perencanaan ekonomi jangka panjang.
“Kepada para pemuda dan penggerak UMKM di Bangun Sari dan Tunggul Pewenang, manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Jangan takut bermimpi besar walau kita memulai dari desa,” tegasnya.
Mico berharap kolaborasi lintas lembaga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karang Taruna juga berkomitmen mendampingi pemuda dan pelaku UMKM dalam mengembangkan potensi usaha.
Program tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan, lembaga keuangan, dan pemerintah. Sinergi itu dapat membuka peluang ekonomi baru melalui penguatan kapasitas masyarakat desa.
Mico menyampaikan apresiasi kepada OJK, Bank Indonesia, BEI, dan Bank Lampung. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam pelaksanaan program tersebut.
Apresiasi turut ia sampaikan kepada Pemerintah Desa Bangun Sari dan Tunggul Pewenang. Dukungan kedua pemerintah desa membantu pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai tujuan.
Karang Taruna berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut ke desa lainnya. Penguatan akses permodalan pemuda desa menjadi salah satu langkah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kolaborasi Berlanjut ke Desa Lain
Karang Taruna Lampung menempatkan pemuda sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi desa. Program Desaku Maju menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan dukungan lembaga keuangan.
Melalui pendampingan dan literasi keuangan, pemuda dapat meningkatkan kemampuan mengelola usaha. Langkah tersebut juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar.
Karang Taruna berharap potensi usaha di desa tidak berhenti pada produksi. Pemuda juga perlu memahami pengelolaan modal, pemasaran, teknologi, serta investasi yang aman.
Baca Juga Berita Populer
Kolaborasi dengan lembaga keuangan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi desa. Program ini sekaligus mendorong pemuda agar berani mengembangkan usaha dari lingkungan tempat tinggalnya.
- Penulis: orba battik




