Bupati Pringsewu Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Satu Abad Podorejo
- account_circle AR
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Bupati Pringsewu Hadiri Pagelaran Wayang Kulit dalam peringatan Satu Abad Dusun Podorejo, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis (2/7/2026) malam. Acara menghadirkan Ki Dalang Arif Hadi Nugroho dengan lakon Pandowo Syukuran dan menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat.
Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Satu Abad Dusun Podorejo
Pringsewu, Battikpost.site – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka peringatan Satu Abad Dusun Podorejo, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (2/7/2026) malam.
Panitia menggelar pertunjukan budaya tersebut di Lapangan Sumber Waras. Warga dari berbagai wilayah memadati lokasi acara sejak malam hari.
Panitia menghadirkan Ki Dalang Arif Hadi Nugroho sebagai dalang utama. Ia membawakan lakon “Pandowo Syukuran“ yang sarat dengan pesan moral bagi kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Bupati Pringsewu menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian seni dan budaya lokal. Pemerintah juga mendorong masyarakat agar terus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Peringatan satu abad Dusun Podorejo menjadi momentum penting bagi masyarakat. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
Pertunjukan wayang kulit menjadi salah satu warisan budaya yang masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Antusiasme warga terlihat sepanjang acara berlangsung.
Bupati Tekankan Nilai Moral dan Kebersamaan
Dalam sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Podorejo. Ia menilai warga berhasil menjaga kelestarian budaya sekaligus mempertahankan semangat persaudaraan dan kerukunan.
Menurutnya, lakon “Pandowo Syukuran“ menyampaikan banyak pelajaran tentang kehidupan. Cerita tersebut mengajarkan pentingnya keteguhan hati dalam menghadapi berbagai ujian.
Riyanto menjelaskan bahwa setiap orang dapat menghadapi kesulitan dalam hidup. Namun, nilai kejujuran dan semangat berbuat baik harus tetap menjadi pegangan.
“Hidup ini bukan tentang siapa yang paling kaya atau paling hebat, tetapi siapa yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Sebagaimana ajaran Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujar Riyanto.
Pesan tersebut mengajak masyarakat untuk menjadikan manfaat sebagai tujuan utama dalam kehidupan. Nilai itu juga selaras dengan semangat membangun lingkungan yang harmonis.
Riyanto mengingatkan pentingnya menjaga budaya gotong royong. Ia menilai kebiasaan saling membantu mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Ia juga mengajak warga mengedepankan musyawarah ketika menghadapi persoalan bersama. Cara tersebut dinilai mampu menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga Berita Populer
Bupati mencontohkan berbagai bentuk gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat membantu tetangga yang mengalami kesulitan, mengikuti kerja bakti, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Semangat kebersamaan juga menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Partisipasi aktif masyarakat akan memperkuat persatuan sekaligus mempercepat kemajuan lingkungan.
Peringatan satu abad Dusun Podorejo bukan sekadar perayaan usia. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai sosial yang telah tumbuh selama puluhan tahun.
Bupati berharap masyarakat terus mempertahankan semangat persaudaraan. Ia juga mengajak seluruh warga menjaga kerukunan dalam setiap aktivitas.
“Apabila nilai-nilai ini terus dijaga, maka Podorejo akan dikenal bukan hanya karena usianya yang telah mencapai 100 tahun, tetapi juga karena masyarakatnya yang hidup rukun dan saling peduli,” tutupnya.
Melalui pagelaran wayang kulit tersebut, masyarakat tidak hanya menikmati hiburan tradisional. Mereka juga memperoleh pesan moral tentang kejujuran, kepedulian, gotong royong, dan pentingnya menjaga persatuan sebagai bekal membangun masa depan Dusun Podorejo.
- Penulis: AR
- Editor: Admin



