Breaking News
light_mode

Proyek Barrier TNWK Rp839 Miliar Disorot, Anggaran Diminta Transparan

  • account_circle Tim
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak
Proyek barrier TNWK senilai Rp839 miliar mendapat sorotan dari JMSI Lampung. Pembangunan pagar, tanggul, dan jalan beton sepanjang 138 kilometer berlangsung di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.

Proyek Barrier TNWK Membentang 138 Kilometer

Lampung Timur, Battikpost.site — Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp839 miliar untuk pembangunan barrier di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Pemerintah menggunakan skema Bantuan Presiden atau Banpres dalam proyek tersebut.

Proyek itu mencakup pembangunan tanggul dan pagar pengaman sepanjang 138 kilometer. Pemerintah menargetkan pembangunan tersebut untuk mengurangi konflik antara manusia dengan gajah.

Konflik manusia dan gajah telah berlangsung selama bertahun-tahun di sekitar kawasan konservasi tersebut. Pemerintah kemudian menjalankan pembangunan fasilitas pengamanan untuk memperkuat batas kawasan TNWK.

Wartawan memantau aktivitas proyek tersebut pada Selasa (11/8/2026). Pemantauan menunjukkan sejumlah pekerjaan konstruksi masih berlangsung di beberapa titik kawasan TNWK.

Pekerja mengerjakan sejumlah fasilitas pendukung proyek. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan gerbang, jalan beton, tanggul, serta pagar pembatas kawasan.

Aktivitas proyek juga terlihat pada sejumlah lahan yang mengalami perataan. Beberapa batang pohon hasil tebangan terlihat berada di sisi jalan kawasan.

Pekerjaan pembangunan pagar terlihat dari akses masuk melalui Desa Rajabasa 1, Kecamatan Labuhan Ratu. Pagar tersebut kemudian membentang hingga puluhan kilometer menuju kawasan konservasi.

Selain pagar berwarna gelap, pekerja juga membangun sejumlah bagian tanggul. Mereka juga mengerjakan jalan beton pada beberapa titik kawasan.

Sejumlah tiang beton terlihat berdiri di area yang sebelumnya memiliki pepohonan. Alat berat juga beroperasi untuk mendukung proses pembangunan fasilitas tersebut.

Material konstruksi berupa besi dan beton terlihat menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas pembangunan masih berjalan pada sejumlah titik.

JMSI Lampung Soroti Dampak Ekologis

Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menyoroti dampak ekologis pembangunan fasilitas pengamanan kawasan. Dia meminta pemerintah tetap memperhatikan keberlangsungan habitat satwa.

Novriwan menilai Way Kambas sejak dahulu menjadi habitat alami berbagai jenis satwa. Gajah termasuk salah satu satwa yang hidup dalam kawasan tersebut.

Dia meminta pemerintah melihat konflik manusia dan gajah dari perubahan kondisi habitat. Menurutnya, perubahan kawasan dapat memengaruhi ketersediaan ruang dan sumber makanan satwa.

“Daerah itu kan memang rumah bagi gajah dan berbagai jenis binatang. Mengapa terjadi konflik? Karena wilayah mereka diganggu manusia, diubah menjadi kebun, diubah jadi ladang dan lain-lain. Rumah mereka diusik, sumber makanan mereka juga diganggu sehingga mereka marah. Kemudian kita buat proyek pembuatan pagar pembatas yang nilainya ratusan miliar, bahkan triliunan untuk mencegah konflik. Kita berharap program pemerintah ini tidak menambah derita satwa yang ada di sana. Apalagi biayanya sangat mahal,” ucap Novriwan.

Novriwan berharap pembangunan tersebut mampu menyelesaikan persoalan konflik manusia dan satwa. Dia juga meminta pemerintah mencegah munculnya persoalan ekologis baru akibat pembangunan.

  • Penebangan Pohon Jadi Perhatian

Novriwan turut menyoroti aktivitas penebangan pohon yang muncul dalam proses pembangunan. Dia menilai keberadaan pohon memiliki nilai ekologis penting bagi kawasan konservasi.

“Saat ini berapa banyak batang pohon yang sudah kita tebang, lalu kita ganti pagar pembatas, kita ganti dengan tiang-tiang beton. Padahal pohon itu usianya sudah tahunan, puluhan bahkan bisa jadi ada yang sudah ratusan tahun. Ini harga yang sangat mahal,” ucapnya lirih.

Dia berharap pemerintah memperhitungkan dampak pembangunan terhadap kondisi habitat satwa. Menurutnya, pembangunan fasilitas konservasi harus tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

Anggaran Rp839 Miliar Diminta Transparan

Novriwan juga meminta pemerintah membuka informasi mengenai penggunaan anggaran proyek. Dia menilai masyarakat perlu mengetahui penggunaan dana negara dalam proyek tersebut.

Menurutnya, anggaran tersebut berasal dari APBN Tahun 2026. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan untuk mengawasi penggunaan dana tersebut.

“Itu yang dipakai adalah anggaran APBN Tahun 2026, kalau tidak salah Rp 839 miliar. Angka yang sangat besar. Itu uang rakyat penggunaannya harus jelas. Harus ada pengawasan dantransparansi terkait penggunaan anggaranl,” tegasnya.

Novriwan menilai besarnya anggaran membutuhkan pengawasan yang kuat. Dia juga meminta pihak terkait menyampaikan informasi proyek secara terbuka kepada publik.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup mengukur keberhasilan proyek berdasarkan nilai anggaran. Pemerintah juga tidak cukup menggunakan panjang pagar sebagai indikator keberhasilan.

“Ukuran utamanya adalah apakah habitat satwa membaik, konflik manusia-gajah berkurang, kawasan semakin terlindungi, masyarakat desa penyangga mendapatkan manfaat, dan uang negara benar-benar menghasilkan perubahan ekologis yang terukur.”

  • Sejumlah Persoalan Konservasi

Novriwan menyebut TNWK masih menghadapi berbagai persoalan konservasi. Persoalan tersebut mencakup kebakaran hutan, spesies invasif, dan fragmentasi habitat.

Dia juga menyebut persoalan perburuan ilegal serta konflik manusia dengan gajah. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan penanganan yang menyeluruh.

“Pemerintah sendiri sudah mengakui bahwa TNWK menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kebakaran hutan, spesies invasif, fragmentasi habitat, perburuan ilegal hingga konflik manusia dengan gajah,” katanya.

Novriwan meminta pemerintah tidak hanya melihat persoalan TNWK melalui pembangunan fisik. Dia menilai pemerintah perlu mengutamakan hasil konservasi dalam setiap program.

“Artinya, persoalan Way Kambas bukan semata-mata proyek. Persoalannya adalah bagaimana memastikan setiap rupiah yang masuk benar-benar menjawab persoalan konservasi. Karena itu pengelolaan anggarannya harus transparan,” pungkasnya.

Warga Rajabasa 1 Mengaku Tidak Mengetahui Proyek

Sementara itu, Miten, warga Desa Rajabasa 1, Kecamatan Labuhan Ratu, mengaku belum mengetahui secara jelas proyek tersebut. Dia juga mengaku tidak mengetahui jenis proyek yang berlangsung di kawasan TNWK.

Miten mengatakan dirinya hanya mengetahui adanya aktivitas pekerjaan di kawasan tersebut. Dia juga menyebut para pekerja berasal dari luar daerah.

“Enggak tahu Mas. Pernah dengar, tapi saya nggak tahu proyek apa. Yang kerja orang jauh semua,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan masih adanya warga sekitar yang belum memahami secara rinci proyek tersebut. Kondisi itu turut menambah perhatian terhadap keterbukaan informasi pembangunan.

Proyek barrier TNWK memiliki nilai anggaran besar dan mencakup kawasan yang luas. Karena itu, transparansi anggaran dan informasi pembangunan menjadi perhatian dalam pelaksanaannya.

Pemerintah juga menghadapi tuntutan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fasilitas pengamanan dan perlindungan habitat. Keberhasilan proyek pada akhirnya perlu terlihat dari manfaatnya bagi satwa dan masyarakat.

Pengawasan publik dapat membantu memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai tujuan. Transparansi juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui penggunaan anggaran negara.

Dengan nilai sekitar Rp839 miliar, proyek tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan kawasan konservasi TNWK. Pemerintah perlu memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata tanpa mengabaikan aspek ekologis.

  • Penulis: Tim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Massa Gelar Aksi Solidaritas Palestina di Bandar Lampung

    Ribuan Massa Gelar Aksi Solidaritas Palestina di Bandar Lampung

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Bandar Lampung — Ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Bundaran Adipura, Bandar Lampung, Sabtu (19/4/2025). Aksi damai ini sebagai bentuk dukungan atas penderitaan rakyat Palestina dan desakan penghentian agresi militer Israel di Gaza. Lautan manusia berkumpul di kawasan Bundaran Adipura Bandar Lampung, Sabtu (19/4/2025), dalam aksi […]

  • Korban Kekerasan Seksual Merbau Mataram Melahirkan, Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku

    Korban Kekerasan Seksual Merbau Mataram Melahirkan, Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Kasus kekerasan seksual di Merbau Mataram kembali menyita perhatian publik. Seorang anak di bawah umur melahirkan setelah mengalami dugaan kekerasan seksual. Keluarga korban meminta kepolisian segera menangkap pelaku yang hingga kini belum ditemukan. Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Lampung Selatan, Battikpost.site — Kasus kekerasan seksual Merbau Mataram terjadi di Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan. Korban […]

  • Dzikir Lebih Utama dari Doa Saat Sakaratul Maut, Ini Kata Gus Baha

    Dzikir Lebih Utama dari Doa Saat Sakaratul Maut, Ini Kata Gus Baha

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandar Lampung – Menjelang sakaratul maut, banyak orang bertanya: mana yang lebih utama, berdoa atau berdzikir? Pertanyaan ini tak hanya datang dari kalangan awam, tapi juga dari umat yang sehari-hari tak lepas dari ibadah. Pada detik-detik terakhir kehidupan, memilih antara doa dan dzikir bukanlah perkara sepele. Ia menjadi bahan renungan yang dalam bagi setiap […]

  • Kuasa Hukum Nilai Rekonstruksi Penembakan Polisi Janggal

    Kuasa Hukum Nilai Rekonstruksi Penembakan Polisi Janggal

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, BANDARLAMPUNG – Rekonstruksi kasus penembakan yang menewaskan tiga anggota Polri saat penggerebekan judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan menuai kritik tajam. Kuasa hukum keluarga korban, Putri Maya Rumanti, menyebut proses rekonstruksi yang digelar Denpom II/3 Lampung tidak transparan dan berpotensi menutupi fakta penting. Putri menyatakan bahwa rekonstruksi seharusnya menjelaskan secara rinci unsur niat […]

  • Wisuda UMAHA XXIII Lahirkan Sarjana Manajemen Asal Podomoro Talang Padang

    Wisuda UMAHA XXIII Lahirkan Sarjana Manajemen Asal Podomoro Talang Padang

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Wisuda UMAHA angkatan XXIII berlangsung di Surabaya dan menghadirkan kisah inspiratif mahasiswi asal Podomoro Talang Padang. Acara ini menegaskan komitmen UMAHA terhadap pendidikan berkualitas, penguatan adab, dan kontribusi nyata lulusan bagi masyarakat melalui pesan moral yang disampaikan Rektor. Prestasi Kampus dan Pesan Rektor Tanggamus, Battikpost.site — Rektor UMAHA menegaskan bahwa perguruan tinggi harus memberi manfaat […]

  • Polda Lampung Bongkar Komunitas Gay di Facebook, Tiga Admin Ditangkap

    Polda Lampung Bongkar Komunitas Gay di Facebook, Tiga Admin Ditangkap

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Battikpost.site – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung membongkar aktivitas komunitas gay yang beroperasi melalui dua grup Facebook. Dalam penggerebekan ini, polisi menangkap tiga orang yang diduga menjadi admin dan penyebar konten sesama jenis. Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Dery Agung Wijaya, mengungkapkan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah […]

expand_less