Lampung Tuan Rumah HUT REI ke-54 Dorong Ekonomi Daerah
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 16 menit yang lalu
- print Cetak

Provinsi Lampung bersiap menjadi tuan rumah HUT REI ke-54 pada 5–8 Mei 2026. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan mematangkan persiapan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta penguatan sektor properti dan UMKM.
Persiapan HUT REI ke-54 di Lampung
Lampung, Battikpost.site — Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, memimpin rapat persiapan kegiatan tersebut. Ia menggelar rapat bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, pengurus DPD REI Lampung, pengurus Dekranasda, serta pendukung kegiatan.
Rapat berlangsung di Kantor Dekranasda Provinsi Lampung pada Jumat, 17 April 2026. Seluruh pihak membahas kesiapan teknis dan dukungan pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan HUT REI ke-54 di Provinsi Lampung, baik dari sisi persiapan maupun pelaksanaan agar berjalan sukses dan memberikan manfaat luas,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza.
Pemerintah Provinsi Lampung terus mengoordinasikan berbagai sektor. Mereka memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sesuai rencana.
Dampak Ekonomi dan Sektor Strategis
Kegiatan HUT REI ke-54 memiliki skala nasional. Agenda ini melibatkan pelaku industri properti dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah daerah memproyeksikan kegiatan ini memberi dampak ekonomi signifikan. Sektor properti menjadi salah satu fokus utama dalam momentum ini.
Selain itu, sektor pariwisata juga mendapat perhatian khusus. Kehadiran peserta dari berbagai daerah akan meningkatkan kunjungan wisata ke Lampung.
“Momentum ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di sektor properti, pariwisata, UMKM, dan jasa,” tambahnya.
Sektor UMKM juga berpotensi berkembang melalui kegiatan ini. Pelaku usaha lokal dapat memperluas jaringan dan meningkatkan pemasaran produk.
Sektor jasa seperti transportasi dan perhotelan juga akan merasakan dampaknya. Aktivitas ekonomi diperkirakan meningkat selama kegiatan berlangsung.
Forum Bisnis dan Kerja Sama Strategis
Penyelenggara menghadirkan forum bisnis dalam rangkaian kegiatan. Forum ini menjadi ruang interaksi antar pelaku usaha dan pemangku kepentingan.
Peserta dapat menjajaki peluang kerja sama lintas sektor. Mereka juga dapat membangun kemitraan strategis dalam berbagai bidang usaha.
“Ajang ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga peluang memperkuat kerja sama lintas sektor melalui berbagai kesepakatan strategis,” jelasnya.
Penyelenggara juga menyiapkan agenda penandatanganan nota kesepahaman. Berbagai pihak akan menjalin kerja sama dalam bidang properti dan sektor pendukung lainnya.
Forum bisnis tersebut diharapkan mendorong partisipasi aktif pemerintah kabupaten dan kota. Mereka dapat memanfaatkan peluang investasi yang tersedia.
“Melalui forum bisnis, kami berharap kabupaten dan kota di Lampung dapat memanfaatkan peluang kerja sama yang ada, baik di sektor properti maupun sektor lainnya,” ungkapnya.
Pemberdayaan UMKM Lokal
Dekranasda Provinsi Lampung menempatkan UMKM sebagai fokus penting. Mereka mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam kegiatan ini.
UMKM akan menampilkan produk unggulan daerah kepada peserta. Kegiatan ini membuka peluang promosi di tingkat nasional.
“Kami juga mendorong keterlibatan UMKM lokal agar produk unggulan Lampung bisa semakin dikenal di tingkat nasional,” katanya.
Pelaku UMKM dapat memperluas pasar melalui interaksi langsung. Mereka juga dapat membangun relasi bisnis baru.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah memberikan peluang promosi yang luas. Produk lokal berpotensi menarik minat investor maupun pembeli.
Promosi Pariwisata Lampung
Panitia juga memasukkan agenda promosi pariwisata dalam kegiatan ini. Mereka menyiapkan tur wisata bagi peserta.
Peserta akan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan Lampung. Agenda ini bertujuan memperkenalkan potensi wisata daerah.
Baca Juga Terbaru
Destinasi yang masuk dalam agenda antara lain Gunung Krakatau, Pulau Pahawang, dan Taman Nasional Way Kambas. Ketiga lokasi tersebut menjadi ikon wisata Lampung.
“Kami ingin memperkenalkan potensi wisata Lampung secara langsung kepada para peserta, sehingga dapat meningkatkan daya tarik bagi investor dan wisatawan,” tambahnya.
Pengalaman langsung peserta diharapkan meningkatkan minat kunjungan wisata. Lampung dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan nasional.
Multiplier Effect bagi Perekonomian
Kegiatan ini akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah. Kehadiran mereka akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal.
Sektor perhotelan akan mengalami peningkatan okupansi. Transportasi lokal juga akan mengalami peningkatan permintaan.
Baca Juga Berita Populer
Sektor kuliner akan mendapat manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung. Industri kreatif juga berpotensi berkembang melalui kegiatan ini.
“Kami optimistis kegiatan ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, hingga industri kreatif,” tutupnya.
Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Mereka memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.
Momentum HUT REI ke-54 menjadi kesempatan strategis bagi Lampung. Kegiatan ini dapat memperkenalkan potensi daerah secara luas.
Pemerintah berharap kegiatan ini mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dampaknya diharapkan dirasakan langsung oleh masyarakat.
- Penulis: Orba Battik



