Hujan Lebat Picu Banjir di Bandar Lampung, 37 Titik Terdampak Banjir
- account_circle orba battik
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banjir Bandar Lampung terjadi setelah hujan lebat disertai cuaca ekstrem mengguyur kota pada Jumat, 6 Maret 2026. Peristiwa ini memicu genangan air di 37 titik yang tersebar pada delapan kecamatan dan berdampak pada sejumlah kawasan permukiman warga.
Hujan Lebat Picu Banjir Bandar Lampung di Delapan Kecamatan
Bandar Lampung, Battikpost.site — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung memicu banjir di berbagai wilayah. Cuaca ekstrem memperparah kondisi drainase di sejumlah kawasan permukiman.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung mencatat puluhan titik banjir. Tim BPBD melakukan pendataan di lokasi terdampak.
Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, menyampaikan hasil pemantauan awal. Tim mencatat puluhan titik banjir yang muncul akibat hujan deras.
“Data sementara mencatat ada sekitar 37 titik kejadian banjir yang merupakan dampak dari hujan deras dan cuaca ekstrem di wilayah Kota Bandar Lampung,” ujar Wahyu.
BPBD mencatat banjir Bandar Lampung tersebar di delapan kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Sukarame, Rajabasa, Way Halim, Sukabumi, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Enggal, serta Kedamaian.
Selain itu, tim BPBD terus memperbarui data lapangan. Petugas memantau kondisi genangan dan perkembangan cuaca secara berkala.
Titik Banjir Tersebar di Permukiman Warga
Genangan air muncul di sejumlah kawasan permukiman dan jalan lingkungan. Beberapa titik banjir berada pada wilayah padat penduduk.
Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Pulau Singkep RT 10 Lingkungan II Kampung Karang Sari. Kawasan ini berada di Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame.
Selain itu, genangan air juga muncul di Jalan Pangeran Senopati. Lokasi tersebut berada di Kelurahan Korpri Jaya.
Genangan juga terjadi di Jalan Taurus Kelurahan Rajabasa Nunyai. Air merendam jalan lingkungan dan pekarangan rumah warga.
Tim BPBD menerima laporan dari warga setempat. Petugas kemudian melakukan pemantauan di lapangan.
Banjir juga merendam kawasan Perumahan Rupi RT 11 Lingkungan II. Wilayah tersebut berada di Kelurahan Sukabumi.
Selain itu, genangan air muncul di wilayah Sukajawa. Kawasan tersebut berada di Kecamatan Tanjungkarang Barat.
Beberapa titik lain juga berada di Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Air menggenangi sejumlah ruas jalan dan permukiman warga.
Genangan Air Juga Terjadi di Kecamatan Way Halim
Banjir Bandar Lampung juga meluas ke Kecamatan Way Halim. Beberapa kawasan mengalami genangan akibat hujan yang turun cukup lama.
Genangan air muncul di Jalan Pulau Morotai. Lokasi ini berada di Kelurahan Jagabaya III.
Selain itu, air juga menggenangi Jalan Panorama Jagabaya III. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga setempat.
Genangan juga terjadi di sejumlah titik di Jalan Kimaja. Air menutup sebagian ruas jalan.
Selain itu, genangan muncul di Jalan Pulau Buru. Warga melaporkan kondisi tersebut kepada petugas BPBD.
Petugas kemudian melakukan pemantauan langsung. Tim juga memeriksa saluran air pada lokasi terdampak.
Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang
Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu kejadian lain. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Wahidin. Lokasi itu berada di Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Pohon tumbang mengganggu akses jalan di kawasan tersebut. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi.
Tim BPBD bersama instansi terkait bergerak cepat. Petugas membersihkan material pohon dari badan jalan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Selain itu, petugas juga mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
BPBD Terus Lakukan Pemantauan dan Penanganan
BPBD Provinsi Lampung terus memantau perkembangan banjir Bandar Lampung. Petugas turun langsung ke lokasi terdampak.
Tim memeriksa kondisi genangan air di beberapa kawasan. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Beberapa wilayah mulai mengalami penurunan genangan air. Kondisi tersebut terjadi setelah intensitas hujan berkurang.
“Beberapa lokasi banjir telah surut, namun petugas tetap melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan,” katanya.
Meskipun demikian, BPBD tetap melakukan langkah antisipasi. Petugas terus memantau kondisi cuaca dan drainase kota.
Selain itu, tim juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan tersebut bertujuan membantu kebutuhan dasar masyarakat.
BPBD Salurkan Bantuan Air Bersih
BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak banjir. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran air bersih dilakukan di Perumahan Griya Elok. Kawasan ini berada di Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi.
Warga menerima bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Genangan banjir memengaruhi ketersediaan air bersih di kawasan tersebut.
Petugas juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi ini bertujuan mempercepat penanganan dampak banjir.
Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Imbauan tersebut berkaitan dengan potensi banjir susulan.
Intensitas hujan di Bandar Lampung masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Warga juga diharapkan menjaga kebersihan saluran air. Langkah tersebut dapat membantu memperlancar aliran air saat hujan turun.
BPBD berharap masyarakat tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem. Dengan demikian, potensi dampak banjir dapat diminimalkan.
- Penulis: orba battik


