PKH Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah mengintegrasikan penerima manfaat PKH ke Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa. Langkah ini melibatkan beberapa kementerian. Program berjalan di Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (24/2), melalui kolaborasi lintas lembaga.
Integrasi PKH ke Koperasi Desa Perkuat Ekonomi Lokal
Jakarta, Battikpost.site — Pemerintah mendorong penguatan ekonomi desa melalui integrasi program sosial dan koperasi. Program tersebut menggabungkan penerima manfaat PKH dengan koperasi desa. Langkah ini juga memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal.
Selain itu, pemerintah melibatkan berbagai kementerian dalam pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi lintas lembaga mempercepat implementasi kebijakan di tingkat desa. Pemerintah juga berharap program ini memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan kolaborasi berlangsung di Kopdes Merah Putih Ranjeng. Lokasi ini berada di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten. Acara berlangsung pada Selasa, 24 Februari.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja sama antar kementerian. Ia juga mendorong percepatan integrasi penerima PKH ke koperasi desa.
“Dengan tambahan dari penerima manfaat PKH Kemensos menjadi anggota (Kopdes Merah Putih) tentu akan menambah partisipasi masyarakat sehingga mereka bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari mulai dari bahan pokok hingga barang bersubsidi pemerintah,” kata Ferry dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Kemudian hadir Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf.
Acara juga menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko. Selain itu hadir Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Selanjutnya, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, turut mengikuti kegiatan tersebut. Para penerima program PKH Desa Ranjeng juga hadir dalam acara tersebut.
Perluasan Anggota Koperasi Desa
Ferry menyampaikan bahwa jumlah anggota koperasi akan meningkat setelah integrasi PKH. Peningkatan anggota membuka peluang pertumbuhan koperasi desa. Selain itu, koperasi desa dapat memperkuat perputaran ekonomi lokal.
Ia menilai koperasi desa dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Koperasi juga berperan sebagai sarana distribusi kebutuhan pokok masyarakat desa. Karena itu, pemerintah mendorong penguatan koperasi melalui integrasi program sosial.
“Kopdes ini akan menjadi instrumen pemutar uang di desa Ranjeng sehingga akan menjadi penggerak ekonomi di sini dan secara agregat akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ujarnya.
Pemerintah menilai koperasi desa mampu memperkuat aktivitas ekonomi warga. Selain itu, koperasi juga memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari. Program ini juga memberi peluang usaha baru bagi warga desa.
Arah Kebijakan Pemberdayaan Sosial
Menteri Sosial menegaskan bahwa bantuan sosial tidak hanya memberi perlindungan. Pemerintah juga mengarahkan penerima bantuan menuju pemberdayaan ekonomi. Koperasi desa menjadi sarana penting dalam proses tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam program sosial. Pemerintah menjalankan kebijakan tersebut sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Data yang tepat membantu pelaksanaan program berjalan efektif.
Selain itu, koperasi desa diharapkan mengakomodasi berbagai lapisan masyarakat. Pemerintah ingin menghadirkan sistem ekonomi desa yang inklusif. Langkah ini juga memperkuat kemandirian masyarakat desa.
“Kalau para penerima manfaat PKH ini masuk menjadi anggota Kopdes, setiap akhir tahun akan dapat SHU (Sisa Hasil Usaha). Ini dimaksudkan agar bapak ibu lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Pemerintah melihat transformasi penerima bansos sebagai langkah rasional. Integrasi tersebut memperluas peran masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Selain itu, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi langsung.
Desa Ranjeng Jadi Contoh Sinergi Program
Menteri Desa menilai Desa Ranjeng sebagai contoh sinergi lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah bekerja bersama dalam pengembangan koperasi desa. Sinergi tersebut membuat operasional Kopdes Merah Putih berjalan baik.
“Kopdes ini menjadi alat yang akurat dalam upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat benar-benar terjadi di desa. Jadi semua harus berpihak kepada desa dengan memberikan afirmasi melalui bisnis perekonomian melalui Kopdes,” kata Yandri.
Ia juga menyampaikan harapan terhadap pengembangan koperasi desa. Pemerintah ingin memperluas operasional Kopdes Merah Putih di berbagai desa. Program tersebut diharapkan memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan perizinan gerai minimarket baru secara matang. Namun, pemerintah tetap memberi ruang bagi minimarket yang sudah beroperasi. Kebijakan tersebut menjaga keseimbangan kegiatan ekonomi.
“Mari kita sukseskan Kopdes ini dari, oleh, dan untuk rakyat karena sekurang-kurangnya 20 persen seluruh keuntungannya akan kembali sebagai pendapatan desa,” kata Yandri.
Program PKH Kopdes Merah Putih menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa. Pemerintah menggabungkan program sosial dan koperasi dalam satu langkah strategis. Dengan demikian, masyarakat desa dapat memperoleh manfaat ekonomi lebih luas.
Selain itu, koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Pemerintah berharap masyarakat desa ikut aktif dalam kegiatan koperasi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Langkah integrasi ini juga memperlihatkan komitmen pemerintah dalam pembangunan desa. Pemerintah mendorong pemberdayaan masyarakat melalui mekanisme ekonomi kolektif. Dengan begitu, desa dapat tumbuh lebih mandiri dan berkelanjutan.
- Penulis: Admin