News
Shadow

Dialog dengan Petani di Lampung Timur, Gubernur Tinjau Penggilingan Padi dan Produksi Pupuk Organik

Gubernur Lampung Dialog dengan Petani

LAMPUNG TIMUR, Battikpost.site – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdialog dengan petani sekaligus meninjau lokasi penggilingan dan pengeringan padi (dryer) di Desa Taman Asri, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (26/08/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penguatan Sarana Pascapanen

Gubernur Mirza meninjau fasilitas penggilingan padi dan dryer yang memiliki kapasitas 20 ton. Dari total sekitar 30 ribu hektare sawah di Purbolinggo, saat ini baru tersedia lima unit dryer.

Fasilitas tersebut telah bekerja sama dengan 16 kelompok tani (Poktan) yang mengelola sekitar 350 hektare lahan.

Skema kerja sama dilakukan dengan sistem bagi hasil. Keuntungan dibagi untuk kelompok tani, perawatan mesin, serta kas bersama.

Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat sarana pascapanen demi meningkatkan kesejahteraan petani.

Alhamdulillah, dengan kenaikan harga gabah, pendapatan petani Lampung juga naik. Pemerintah akan terus hadir untuk memastikan kesejahteraan petani kita semakin baik,” ujar Gubernur.

Selain gabah, ia menjelaskan bahwa harga jagung juga mendapat jaminan pemerintah, sedangkan komoditas singkong masih membutuhkan dukungan kebijakan agar lebih menguntungkan petani.

Produksi Pupuk Organik Cair (POC)

Selain meninjau penggilingan padi, Gubernur juga mengunjungi lokasi produksi pupuk organik cair (POC) di Desa Taman Asri.

Pupuk organik ini dibagikan gratis kepada petani melalui program Pemerintah Provinsi Lampung dengan dukungan dana desa.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 620 liter POC telah terserap oleh beberapa kelompok tani.

Produksi pupuk organik ini biayanya sangat murah, hanya sekitar Rp5.000 per liter, karena memanfaatkan bahan lokal seperti air kelapa, air cucian beras, dan limbah tahu. Namun manfaatnya luar biasa,” jelas Giyo, pengelola POC di Desa Taman Asri.

Giyo menambahkan bahwa POC terbukti meningkatkan kesuburan tanaman. Tanaman cabai dan durian yang hampir mati kembali hidup setelah diberikan pupuk ini.

Selain itu, panen padi juga bisa meningkat menjadi 7–8 ton per hektare jika penggunaan dilakukan secara tepat.

Target Pemerintah Provinsi Lampung

Gubernur Mirza menargetkan program POC dapat menjangkau 2.000 desa di seluruh Lampung.

Setiap desa diharapkan mampu mengelola sekitar 400 hektare lahan dengan pupuk organik.

Alhamdulillah, ini bukti nyata inovasi masyarakat yang harus kita dukung bersama. Pupuk organik cair ini bukan hanya murah dan ramah lingkungan, tapi juga terbukti meningkatkan hasil panen petani,” ujar Gubernur.

Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung proses produksi POC yang sudah memasuki tahap fermentasi 18 hari.

Produk siap pakai nantinya akan diuji coba di lahan seluas 2–3,5 hektare.

Pemerintah hanya menyiapkan fasilitas dan ilmunya. Selanjutnya masyarakat yang menjaga, karena mikroba ini makhluk hidup yang harus terus dikaji,” jelasnya.

Harapan untuk Produktivitas Pertanian

Gubernur optimistis penerapan pupuk organik cair di desa-desa dapat meningkatkan produktivitas tanaman hingga 20–30 persen.

Jika diterapkan secara luas di ribuan desa, manfaatnya akan signifikan bagi ketahanan pangan di Lampung.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Mirza didampingi jajaran kepala OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. (**).