News
Shadow

Pemprov Lampung Fokus Tekan Inflasi Komoditas Menjelang Idul Adha

Bandar Lampung | Battikpost.site – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam upaya menekan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 2025. Hal ini disampaikan saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (Rakor PID) secara virtual pada Senin (16/6/2025), yang berlangsung di Ruang Command Center Lantai II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin mewakili Pemprov Lampung dalam rakor yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir.

Pada kesempatan tersebut, Tomsi Tohir mengingatkan seluruh kepala daerah untuk segera melaksanakan lima program prioritas Presiden RI. Kelima program tersebut antara lain:

1. Program Makan Bergizi Gratis

2. Program Pembangunan 3 Juta Rumah

3. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

4. Program Koperasi Merah Putih

5. Program Sekolah Rakyat

 “Program ini prioritas Presiden. Kepala daerah wajib melaksanakannya. Jika tidak, ada konsekuensi hukum. Tinggal satu minggu lagi, silakan segera usulkan,” tegas Tomsi Tohir dalam arahannya.

Setelah membahas program prioritas, rapat dilanjutkan dengan isu utama pengendalian inflasi daerah. Pemerintah pusat menyoroti empat komoditas utama yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni beras, minyak goreng, cabai merah, dan cabai rawit.

 “Harga telur dan ayam ras masih terkendali. Fokus kita adalah menurunkan harga beras, minyak goreng, cabai merah, dan cabai rawit,” ujar Tomsi Tohir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini memaparkan tren inflasi saat momen Idul Adha dari tahun 2021 hingga 2024. Ia mencatat bahwa pada Idul Adha 2024 justru terjadi deflasi, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang mengalami inflasi.

Menurut data historis, tingkat inflasi Idul Adha biasanya lebih rendah dibandingkan Ramadan dan Idul Fitri, kecuali pada tahun 2022. Cabai rawit dan cabai merah menjadi penyumbang inflasi tertinggi saat Idul Adha 2021–2024.

Pada Mei 2025, tomat, beras, dan ketimun tercatat sebagai komoditas yang paling bergejolak dan menyumbang inflasi secara nasional.

Pudji Ismartini juga menjelaskan kondisi Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu kedua Juni 2025 berdasarkan data SP2KP yang tercatat hingga 13 Juni. Hasilnya, terdapat 14 provinsi mengalami kenaikan IPH, satu provinsi stabil, dan 23 provinsi mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya. Beras dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama kenaikan IPH di 14 provinsi tersebut.

Pemprov Lampung menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan pusat dalam menekan laju inflasi. Langkah konkret yang disiapkan antara lain pemantauan harga harian, intervensi pasar, dan kolaborasi antarinstansi. (Redaksi).