Lampung Hadiri Rapat Nasional Bahas Inflasi dan Harga Komoditas
- account_circle orba battik
- calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
- print Cetak

Battikpost.site, Bandar Lampung – Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual dari Ruang Command Center, lantai 2 Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, pada Senin (5/5/2025).
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, memimpin rapat tersebut. Ia meminta kepala daerah dengan angka inflasi dan Indeks Perubahan Harga (IPH) tinggi untuk menjelaskan langkah penanganan dan kendala yang dihadapi.
“Kami berharap kepala daerah menyampaikan langkah konkret yang sudah dilakukan dan hambatan yang dialami dalam mengendalikan inflasi,” kata Tomsi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa inflasi April 2025 secara month to month (m-to-m) sebesar 1,17 persen, turun dari Maret 2025 yang tercatat 1,65 persen. Inflasi year on year (y-o-y) April mencapai 1,95 persen.
Baca Juga Terbaru
Sebanyak 37 provinsi mencatatkan inflasi pada April, sementara hanya Papua Pegunungan yang mengalami deflasi sebesar 0,9 persen. Provinsi Sumatera Barat menjadi yang tertinggi di Sumatera dengan inflasi 1,77 persen, disusul Lampung sebesar 1,19 persen. Kepulauan Riau mencatatkan inflasi terendah 0,59 persen.
Di tingkat kabupaten/kota, 145 daerah mengalami inflasi dan 5 daerah mengalami deflasi. Kota Metro Lampung menjadi salah satu daerah dengan inflasi terendah di Sumatera sebesar 0,66 persen.
Baca Juga Berita Populer
Penyumbang utama inflasi April berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,98 persen. Tarif listrik naik 26,99 persen akibat berakhirnya diskon tarif pelanggan pasca bayar.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menyumbang inflasi 2,46 persen, terutama karena kenaikan harga emas perhiasan yang terus terjadi selama 20 bulan terakhir. Komoditas makanan seperti bawang merah, cabai merah, dan tomat ikut menyumbang inflasi, sedangkan telur ayam ras, daging ayam, dan cabai rawit mengalami deflasi.
Di awal Mei 2025, harga beras di zona 2 dan 3, minyak goreng, serta bawang putih masih di atas harga acuan pemerintah (HAP). Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, memastikan ketersediaan pangan nasional masih aman, namun menyoroti komoditas seperti kedelai, bawang putih, daging, dan gula konsumsi yang pasokannya terbatas.
Tomsi Tohir mengajak Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Satgas Pangan, dan Kejaksaan untuk mencari solusi atas tingginya harga minyakita agar tidak melebihi harga acuan. Ia juga mengimbau kepala daerah terus memantau perubahan harga melalui BPS setempat. (Orba).
- Penulis: orba battik


