Wakil Bupati Pringsewu Lantik Pengurus Sako Pandu Maarif NU 2025–2030
- account_circle orba battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, S.Ag., melantik pengurus Satuan Komunitas Pandu Maarif Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Aula MI Maarif Sukoharjo, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menegaskan peran strategis Pramuka berbasis Nahdlatul Ulama dalam pembangunan daerah.
Pelantikan Pengurus Sako Pandu Maarif NU Pringsewu
Pringsewu, Battikpost.site — Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, S.Ag., memimpin langsung prosesi pelantikan pengurus Sako Pandu Maarif NU Kabupaten Pringsewu. Ia juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan tertib. Panitia menyusun acara sesuai tata upacara Pramuka dan organisasi. Seluruh pengurus mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Pelantikan ini menandai awal masa bakti pengurus baru periode 2025–2030. Pengurus menerima amanah untuk menjalankan roda organisasi secara aktif dan berkelanjutan.
Peran Strategis Sako Pandu Maarif NU
Umi Laila menegaskan pentingnya peran Sako Pandu Maarif NU dalam mendukung program pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh pengurus untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.
Menurutnya, Sako Pandu Maarif NU memiliki potensi besar dalam membina generasi muda. Organisasi ini menggabungkan nilai kepramukaan dengan nilai keislaman dan kebangsaan.
Umi Laila menekankan pentingnya pembinaan karakter generasi muda sejak dini. Ia menilai pendidikan karakter menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Peran pembinaan tersebut mencakup penguatan disiplin, kemandirian, dan kepedulian sosial. Sako Pandu Maarif NU dinilai mampu menjawab tantangan tersebut secara konkret.
Dukungan terhadap Pembangunan Daerah
Umi Laila mendorong Sako Pandu Maarif NU untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Ia menilai sinergi organisasi kepemudaan dengan pemerintah daerah sangat penting.
Organisasi kepanduan memiliki jaringan kader hingga tingkat akar rumput. Kondisi ini memudahkan pelaksanaan program pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Sako Pandu Maarif NU dapat mengambil peran dalam kegiatan lingkungan hidup, sosial, dan pendidikan. Kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Umi Laila juga menekankan pentingnya kontribusi nyata, bukan sekadar simbolis. Ia berharap pengurus mampu menyusun program kerja terukur dan berdampak.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Umi Laila mendorong pengurus untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat. Sinergi antarorganisasi juga mampu mencegah konflik sosial sejak dini.
“Saya juga berharap Sako Pandu Maarif NU dapat berkolaborasi bersama Pemkab Pringsewu, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan lainnya. Dengan demikian, diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga persatuan dan kesatuan, kerukunan, serta stabilitas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pembinaan kepemudaan di Kabupaten Pringsewu. Pemerintah daerah membuka ruang kerja sama seluas-luasnya.
Pembinaan Generasi Muda Berkarakter
Umi Laila menaruh harapan besar pada peran Sako Pandu Maarif NU dalam membentuk generasi muda tangguh. Ia menilai tantangan sosial semakin kompleks.
Pembinaan generasi muda harus menyesuaikan perkembangan zaman. Namun, nilai dasar kepramukaan tetap harus menjadi pedoman utama.
Nilai kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan jiwa sosial harus terus ditanamkan. Sako Pandu Maarif NU dinilai memiliki sistem pembinaan yang terstruktur.
Melalui kegiatan kepramukaan, anggota belajar bekerja sama dan bertanggung jawab. Proses tersebut membentuk karakter kepemimpinan sejak usia dini.
Makna Strategis Pelantikan
Pelantikan pengurus baru bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini menandai regenerasi kepemimpinan dalam organisasi.
Pengurus baru memikul tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Mereka juga harus menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat.
Sako Pandu Maarif NU menjadi bagian dari Gerakan Pramuka Indonesia. Organisasi ini juga bernaung di bawah Nahdlatul Ulama.
Kombinasi tersebut memperkuat identitas kebangsaan dan keagamaan. Nilai moderasi dan toleransi menjadi prinsip utama organisasi.
Kehadiran Tokoh dan Unsur Pemerintahan
Pelantikan ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu M. Faizin, S.Pd.I. Kehadiran tersebut menunjukkan dukungan struktural Nahdlatul Ulama.
Camat Sukoharjo beserta unsur Uspika turut menghadiri acara. Kehadiran pemerintah kecamatan memperkuat legitimasi kegiatan.
Jajaran Sako Pandu Maarif NU Pringsewu juga mengikuti kegiatan secara penuh. Mereka menyambut kepengurusan baru dengan antusias.
Sinergi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat tampak jelas dalam kegiatan ini. Kondisi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan.
Harapan ke Depan
Pengurus Sako Pandu Maarif NU periode 2025–2030 diharapkan mampu bekerja secara kolektif. Mereka harus mengedepankan kepentingan organisasi dan masyarakat.
Program kerja harus menyasar kebutuhan riil generasi muda. Pendekatan edukatif dan partisipatif menjadi kunci keberhasilan.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mendorong peran organisasi kepemudaan. Dukungan kebijakan dan fasilitasi tetap tersedia.
Melalui pelantikan ini, Sako Pandu Maarif NU diharapkan semakin aktif dan produktif. Organisasi ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi Pringsewu. (AR).
- Penulis: orba battik
- Editor: Orba Battik