
PRINGSEWU, Battikpost.site – Pemulangan jenazah Suyanti binti Waras (42), tenaga kerja wanita asal Pekon Pandansari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, berlangsung penuh duka pada Kamis (25/9/2025). Kehadiran artis Uya Kuya bersama istrinya, Astrid, serta anggota DPR RI Komisi XII, Putri Zulkifli Hasan, menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan prosesi tersebut.
Uya Kuya mengetahui kondisi kritis Suyanti dari unggahan media sosial. Karena itu, ia segera memutuskan berangkat ke Malaysia untuk membantu mengurus kepulangan jenazah.
“Saya dapat kabar dari media sosial tentang kondisi almarhumah. Lalu saya memutuskan ke Malaysia. Alhamdulillah semua bisa berjalan lancar hingga jenazah bisa sampai ke keluarganya,” ujar Uya.
Sesampainya di Tanah Air, Uya Kuya dan Astrid langsung bertemu Putri Zulkifli Hasan. Putri memberi dukungan penuh atas perjuangan pasangan tersebut dalam membantu keluarga Suyanti.
“Mas Uya dan Mbak Astrid sudah berjuang mengurus kepulangan almarhumah Suyanti. Saya ikut menyambut mereka di bandara,” kata Putri, didampingi Ketua DPD PAN Pringsewu, Assa Attorida El Hakim.
Masyarakat menilai kehadiran figur publik dan wakil rakyat dalam proses pemulangan tersebut menunjukkan bentuk empati sekaligus kepedulian terhadap nasib pekerja migran Indonesia.
Jenazah Suyanti yang telah bekerja di Malaysia selama 23 tahun tiba di rumah duka bersamaan dengan kumandang adzan magrib. Setelah prosesi shalat jenazah, almarhumah dimakamkan di TPU pekon setempat. Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga serta warga sekitar yang turut mengiringi pemakaman.
Perjalanan Panjang TKW Asal Pringsewu
Suyanti dikenal sebagai sosok pekerja keras. Selama puluhan tahun, ia bekerja di Malaysia demi membantu keluarga di kampung halaman. Karena itu, kepergiannya meninggalkan duka yang begitu mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Baca Juga Terbaru
Selain itu, kisah perjalanan Suyanti menggambarkan betapa besar pengorbanan para tenaga kerja wanita asal Indonesia. Mereka rela meninggalkan keluarga bertahun-tahun demi mencukupi kebutuhan ekonomi. Namun, di sisi lain, mereka kerap menghadapi risiko besar, termasuk sakit dan meninggal di perantauan.
Dengan demikian, kisah ini sekaligus membuka kembali kesadaran masyarakat tentang pentingnya perhatian lebih bagi pekerja migran. Pada akhirnya, dukungan figur publik dan pejabat negara dalam kasus seperti ini memperlihatkan bahwa kepedulian nyata sangat dibutuhkan.
Dukungan Keluarga dan Warga
Keluarga Suyanti menerima kepulangan jenazah dengan air mata haru. Mereka merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Warga sekitar pun ikut berduka. Mereka mengiringi prosesi pemakaman hingga selesai. Terlebih lagi, kehadiran tokoh publik dalam prosesi tersebut menambah semangat keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga Berita Populer
Di sisi lain, tokoh masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian pemerintah. Mereka meminta agar pekerja migran Indonesia mendapatkan perlindungan lebih maksimal.
Empati dan Perhatian Publik
Keterlibatan Uya Kuya, Astrid, serta Putri Zulkifli Hasan dalam pemulangan jenazah memberi pesan kuat tentang pentingnya rasa kemanusiaan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kepedulian bisa datang dari berbagai kalangan.
Karena itu, masyarakat menilai dukungan tersebut harus menjadi contoh. Selebriti, pejabat, dan tokoh publik lain dapat mengambil peran serupa ketika melihat persoalan yang menimpa warga, terlebih pekerja migran yang berjasa besar bagi negara.
Refleksi untuk Pekerja Migran
Kisah Suyanti memberikan pelajaran berharga. Pekerja migran berjuang keras di luar negeri, namun mereka tetap membutuhkan jaminan keselamatan dan kepastian hukum. Oleh karena itu, perhatian pemerintah serta keterlibatan berbagai pihak menjadi hal penting.
Pada akhirnya, pemulangan jenazah Suyanti bukan sekadar prosesi duka. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pengorbanan para pekerja migran. Dengan demikian, penghormatan terakhir untuk mereka harus disertai dengan komitmen memperbaiki perlindungan di masa depan. (Red).
