Kaderisasi NU Lewat PD-PKPNU Ditekankan Ketua PCNU Lampung Selatan
- account_circle orba battik
- calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.29166666, 0.5296875);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 37;
Pentingnya Kaderisasi NU Lewat PD-PKPNU
Lampung Selatan, Battikpost.site – Kaderisasi NU lewat PD-PKPNU menjadi sorotan utama Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Selatan, H. Abdul Haris, S.E. Ia menegaskan bahwa proses ini merupakan amanat penting dari Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU.
Hal itu ia sampaikan saat membuka PD-PKPNU Angkatan XXXIII di Gedung LP Ma’arif NU Wawasan, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, Jumat (19/9/2025).
Menurut Abdul Haris, dulu seseorang dengan mudah mengaku sebagai warga NU hanya karena mengikuti tradisi seperti tahlilan, yasinan, atau diba’aan. Padahal, kegiatan tersebut juga dilakukan organisasi lain, misalnya Mathla’ul Anwar dan Al-Khairiyah.
“Qunut dan yasinan belum tentu menjadikan seseorang warga Nahdliyin. Yang membedakan kita adalah fikrah dan ghirah. Fikrah itu bagaimana kita sama-sama membangun jam’iyah dan jamaah dalam satu barisan. Sedangkan ghirah adalah semangat untuk membesarkan NU dengan satu komando,” jelasnya.
PD-PKPNU sebagai Gerbang Utama
Abdul Haris menekankan bahwa warga Nahdlatul Ulama wajib mengikuti pengkaderan secara serius. Pendidikan Dasar PD-PKPNU menjadi tahap awal dalam membentuk kader penggerak yang berkomitmen.
“Yang pertama adalah PD-PKPNU. Kali ini kita semua mengikuti pendidikan dasar, dan ini bukan kegiatan sembarangan. Bagi yang merasa tidak sanggup, dipersilakan mundur. Kami tidak memaksa untuk mengikuti acara ini,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peserta harus mematuhi aturan.
“Ada batas yang jelas, peserta yang keluar dari area kegiatan dinyatakan tidak lulus,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesucian diri.
“Para peserta diharapkan senantiasa menjaga wudhu. Jika batal, maka segera berwudhu kembali,” katanya.
PMKNU dan AKN sebagai Jenjang Lanjutan
Setelah PD-PKPNU, terdapat tahap berikutnya yakni PMKNU atau Pendidikan Menengah Kepemimpinan. Jenjang ini ditujukan bagi calon pemimpin NU di tingkat kabupaten. Pesertanya mencakup ketua MWC NU, ketua badan otonom, serta ketua lembaga.
Tahap tertinggi adalah AKN (Akademi Kepemimpinan Nasional). Program ini dipersiapkan bagi kader strategis NU dari kalangan pejabat tinggi, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati yang notabenenya merupakan warga NU.
Pesan Spiritualitas dan Teladan Hadratussyeikh
Dalam arahannya, Abdul Haris juga menyampaikan pesan spiritual dari pendiri NU, Hadratussyeikh KH. Hasyim As’ari.
“Barang siapa yang mengurusi NU, saya doakan meninggalnya dalam keadaan husnul khotimah, beserta keturunan-keturunannya,” kutipnya.
Ia menjelaskan bahwa dasar-dasar ilmu seperti Alif, Ba, dan Ta bukan sekadar huruf, melainkan bagian dari sanad keilmuan. Karena itu, PD-PKPNU dipandang sebagai jalan meneguhkan diri sebagai santri Hadratussyeikh.
“Dengan mengikuti PD-PKPNU ini, kita berharap dapat diakui sebagai santri Hadratussyeikh KH. Hasyim As’ari. Semoga di akhir hayat nanti kita semua diberikan husnul khotimah,” ungkapnya.
Harapan untuk Kader NU di Masa Depan
Menurut Abdul Haris, proses kaderisasi kali ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah serius untuk menyiapkan kader terbaik NU. Ia menyebut angkatan PD-PKPNU XXXIII sebagai angkatan istimewa.
“Sebetulnya, ini sudah merupakan angkatan keramat. Seluruh pengurus ranting dan anak ranting wajib mengikuti PD-PKPNU,” ujarnya.
Ia menegaskan, keikutsertaan dalam pendidikan kaderisasi menjadi syarat penting bagi siapa pun yang ingin berkhidmat di NU.
“Bagi pengurus yang tidak bersedia mengikuti, tentu tidak layak melanjutkan amanah organisasi. Sebab, PD-PKPNU ini adalah pintu masuk untuk menyiapkan kader yang benar-benar siap mengabdikan diri,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai peserta yang hadir kali ini adalah calon penerus kepengurusan NU di masa mendatang.
Baca Juga Berita Populer
“Insyaallah, mereka yang ikut adalah kader yang siap menumpahkan segala kemampuan dan ilmu pengetahuannya demi kemajuan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
Apresiasi kepada Panitia dan Dukungan Tokoh NU
Di akhir sambutannya, Abdul Haris menyampaikan apresiasi kepada jajaran MWCNU Tanjung Sari, panitia, serta para kiai dan tokoh masyarakat yang telah mendukung kegiatan PD-PKPNU.
“Insyaallah Rois Syuriah akan hadir pada penutupan. Mudah-mudahan Forkopimcam juga bisa bersinergi dengan jajaran MWCNU,” tambahnya.
Ia berharap pelaksanaan kaderisasi ini memperkuat soliditas NU hingga ke tingkat ranting. (Orba).
- Penulis: orba battik


