Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H Resmi Dibuka di Lampung
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kegiatan Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H resmi dimulai di Bandar Lampung pada Selasa, 3 Maret 2026. Bunda Literasi Provinsi Lampung membuka acara ini di aula instansi perpustakaan daerah bersama peserta pelajar SMA dan SMK.
Pembukaan Kegiatan Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H
Bandar Lampung, Battikpost.site — Kegiatan Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung. Acara ini berlangsung selama tiga hari. Panitia mengundang pelajar SMA dan SMK sebagai peserta utama.
Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, memimpin pembukaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan sambutan di hadapan peserta dan panitia. Selain itu, para undangan turut menghadiri kegiatan pembukaan.
Acara berlangsung di Bandar Lampung dengan suasana Ramadan yang khidmat. Panitia menyiapkan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an secara terarah. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib.
Program ini bertujuan memperkuat karakter generasi muda. Panitia juga menekankan pemahaman nilai Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini merespons perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Tujuan Kegiatan bagi Generasi Muda
Panitia merancang Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H sebagai sarana pembinaan karakter. Program ini mengajak pelajar memahami ajaran Al-Qur’an secara lebih mendalam. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada membaca.
Selain membaca, peserta mempelajari makna ayat. Mereka juga berdiskusi tentang nilai kehidupan dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, peserta mendapat pemahaman yang lebih luas.
Generasi muda menghadapi berbagai tantangan pada era digital. Informasi bergerak cepat melalui berbagai platform. Oleh karena itu, pembinaan karakter menjadi sangat penting.
Kegiatan keagamaan seperti dauroh memberi ruang pembelajaran yang positif. Peserta belajar disiplin dan fokus selama program berlangsung. Selain itu, mereka membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin.
Panitia berharap kegiatan ini memberi dampak jangka panjang. Peserta diharapkan menerapkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, panitia menekankan pembelajaran yang berkelanjutan.
Pesan Purnama Wulan Sari dalam Pembukaan
Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari menekankan makna Ramadan bagi umat Muslim. Ia mengingatkan pentingnya memahami Al-Qur’an secara menyeluruh. Selain itu, ia menyoroti peran generasi muda dalam menjaga nilai agama.
Ia menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar mengejar jumlah khataman. Ia juga menekankan pentingnya memahami isi Al-Qur’an. Menurutnya, pemahaman tersebut membantu membentuk karakter yang baik.
“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan bahwa membaca Al-Qur’an tidak sekadar tilawah, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya. Di era digital seperti sekarang, akses terhadap Al-Qur’an semakin mudah. Tantangannya adalah bagaimana kita menjaga diri dengan akhlak yang baik sesuai ajaran Al-Qur’an,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara membaca dan memahami. Selain itu, ia menyoroti perubahan zaman yang memengaruhi generasi muda. Karena itu, ia mendorong peserta menjaga akhlak sesuai ajaran Al-Qur’an.
Apresiasi kepada Peserta Pelajar
Purnama Wulan Sari juga memberikan apresiasi kepada para peserta. Mayoritas peserta berasal dari pelajar SMA dan SMK. Mereka mengikuti kegiatan dengan antusias.
Ia menilai pembinaan agama sejak usia muda sangat penting. Nilai agama dapat membentuk sikap toleransi. Selain itu, nilai tersebut membantu membangun kehidupan yang rukun.
Lingkungan masyarakat saat ini sangat beragam. Karena itu, generasi muda perlu memahami nilai kebersamaan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hal tersebut.
Peserta mengikuti sesi pembelajaran, diskusi, dan tilawah bersama. Panitia mengatur kegiatan secara terstruktur selama tiga hari. Dengan demikian, peserta dapat belajar secara maksimal.
Harapan agar Kegiatan Terus Berlanjut
Purnama Wulan Sari berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada Ramadan. Ia mendorong masyarakat melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an. Selain itu, ia berharap pembelajaran berlangsung sepanjang tahun.
Ia menilai kebiasaan membaca Al-Qur’an harus tumbuh secara konsisten. Kebiasaan tersebut dapat membentuk karakter positif. Karena itu, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan.
“Jangan pernah lelah untuk mempelajari isi Al-Qur’an. Jika sudah terbiasa, membaca Al-Qur’an akan menjadi kebutuhan sekaligus kebahagiaan. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Pesan tersebut memberikan motivasi kepada peserta. Selain itu, pesan itu mengajak generasi muda mencintai Al-Qur’an. Dengan demikian, pembelajaran agama dapat terus berkembang.
Dampak Positif Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H
Kegiatan Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H diharapkan memberi dampak positif bagi peserta. Program ini memperkuat karakter generasi muda. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman agama.
Peserta juga belajar menerapkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Mereka mendapat pengalaman belajar yang terarah. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting selama Ramadan.
Kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan di antara peserta. Mereka belajar bersama dalam suasana yang kondusif. Selain itu, kegiatan ini membangun hubungan yang positif.
Dengan adanya program seperti ini, masyarakat mendapat contoh kegiatan edukatif. Program ini juga mendukung pembinaan generasi muda yang berakhlak baik. Oleh sebab itu, kegiatan ini memiliki nilai penting bagi lingkungan pendidikan.
Panitia berharap kegiatan serupa terus berkembang di masa mendatang. Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan. Dengan demikian, pembinaan generasi muda dapat berjalan secara berkelanjutan.
- Penulis: Admin


