
Curhat seorang ibu yang hendak meminjam beras satu kilogram di Lampung akhirnya menggerakkan relawan sosial Lampung membantu anak disabilitas dan pejuang leukemia. Peristiwa ini terjadi Selasa, 27 Januari 2026, setelah relawan mendatangi langsung kediaman keluarga tersebut.
Kondisi Keluarga yang Memprihatinkan
Bandar Lampung, Battikpost.site — Kisah haru ini bermula dari kehidupan seorang ibu dengan tiga anak di Lampung. Selain itu, dua anak dalam keluarga tersebut mengalami lumpuh total sejak lama. Sementara itu, kondisi ekonomi keluarga terus memburuk dari hari ke hari.
Namun, sang ibu tetap berjuang memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya. Oleh karena itu, ia nekat berniat meminjam beras satu kilogram kepada tetangga terdekat. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Seorang tetangga pun tidak mampu memberikan bantuan saat itu. Akibatnya, sang ibu hanya bisa menahan kesedihan dan keputusasaan. Dengan demikian, kondisi tersebut mencerminkan beratnya tekanan hidup yang ia hadapi.
Curhatan Menyentuh Nurani Relawan
Pada akhirnya, curahan hati sang ibu sampai ke telinga relawan sosial Lampung. Selain itu, kabar tersebut menyebar melalui jaringan kepedulian sosial di wilayah setempat. Oleh karena itu, para relawan merasa terpanggil untuk bertindak.
Relawan sosial Lampung kemudian mengoordinasikan langkah kemanusiaan. Selanjutnya, mereka mengatur kunjungan langsung ke rumah keluarga tersebut. Dengan demikian, respons cepat menjadi prioritas utama.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026. Sementara itu, relawan yang dipimpin Ahi Arif Sanjaya langsung bergerak menuju lokasi. Kehadiran mereka membawa harapan baru bagi keluarga itu.
Relawan Sosial Lampung Turun Tangan
Ahi Arif Sanjaya memimpin langsung aksi kemanusiaan tersebut. Selain itu, para relawan mendatangi kediaman keluarga dengan penuh empati. Oleh karena itu, mereka ingin melihat kondisi keluarga secara langsung.
Relawan sosial Lampung kemudian menyerahkan bantuan kebutuhan anak. Selanjutnya, mereka memberikan pampers dan tisu basah. Selain itu, mereka juga menyalurkan beberapa paket sembako.
Bantuan tersebut bertujuan meringankan beban keluarga. Dengan demikian, keluarga tersebut bisa memenuhi kebutuhan dasar anak-anaknya. Pada akhirnya, aksi ini menjadi langkah awal pendampingan sosial.
Pernyataan Ketua Relawan
Dalam kesempatan tersebut, Ahi Arif Sanjaya menyampaikan pernyataan secara terbuka. Ia menjelaskan latar belakang gerakan kemanusiaan yang dilakukan relawan sosial Lampung.
“Alhamdulillah dengan dukungan direktur RSAM dr Imam Ghozali kami Relawan melakukan gerakan berbagi untuk bantu pasien krng mampu ini. Hati siapa yang tak miris mendengar dan melihat langsung perjuangan orng tua untuk mengobati kedua anaknya yang menderita lumpuh layu. Alhamdulillah dengan dukungan direktur RSAM Bandar Lampung dr Imam Ghozali kami bisa bergerak untuk berbagi bersama,” ujar Ahi Arif.

Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan mendalam relawan. Selain itu, pernyataan itu menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Dengan demikian, aksi sosial dapat berjalan lebih efektif.
Harapan terhadap Pemerintah Daerah
Selain menyalurkan bantuan, Ahi Arif Sanjaya juga menyampaikan harapan. Ia berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian serius. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi antarinstansi terkait.
Ia menilai dukungan cepat sangat dibutuhkan keluarga tersebut. Selain itu, ia menekankan pentingnya akurasi informasi. Dengan demikian, penanganan bisa berjalan tepat sasaran.
Menurutnya, keterlambatan penanganan dapat berdampak buruk. Akibatnya, kualitas pelayanan terhadap keluarga rentan bisa menurun. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak bergerak bersama.
Pentingnya Kepedulian Sosial
Aksi relawan sosial Lampung ini menunjukkan nilai kepedulian masyarakat. Selain itu, peristiwa ini mengingatkan pentingnya solidaritas sosial. Dengan demikian, masyarakat bisa saling menguatkan.
Di sisi lain, kisah ini mencerminkan realitas sosial yang masih terjadi. Banyak keluarga menghadapi kesulitan ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran relawan menjadi sangat berarti.
Relawan sosial Lampung terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Selanjutnya, mereka berkomitmen membantu warga yang membutuhkan. Dengan demikian, nilai kemanusiaan tetap terjaga.
Baca Juga Terbaru
Pada akhirnya, kisah ibu yang hendak meminjam beras satu kilogram ini menjadi pengingat. Selain itu, kisah ini menunjukkan bahwa kepedulian dapat mengubah keadaan. Oleh karena itu, peran relawan sosial Lampung patut diapresiasi.
Aksi ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi sosial. Dengan demikian, masyarakat dapat bersama-sama membantu mereka yang membutuhkan. Kepedulian bersama menjadi kunci harapan. (Red).
