Banjir Bandang Bandar Lampung Seret Tiga Warga, Dua Tewas
- account_circle orba battik
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandar Lampung mengalami banjir bandang pada Jumat (6/3/2026). Peristiwa ini menyeret tiga warga. Dua korban meninggal dunia. Tim gabungan masih mencari satu anak yang hilang setelah banjir melanda sejumlah wilayah kota.
Banjir Bandang Bandar Lampung Seret Tiga Warga
Bandar Lampung, Battikpost.site — Banjir bandang Bandar Lampung terjadi setelah hujan deras mengguyur kota selama beberapa jam. Air meluap dan mengalir deras di sejumlah kawasan permukiman.
Peristiwa tersebut menyeret tiga warga yang berada di sekitar aliran air. Tim penyelamat segera menerima laporan dari masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung langsung mencatat laporan kejadian tersebut. Petugas kemudian mengerahkan tim untuk memantau kondisi di lapangan.
Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, menyampaikan informasi awal mengenai kejadian tersebut kepada media.
“Benar, kami menerima laporan tiga warga terseret arus banjir di Kota Bandar Lampung. Satu korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Wahyu, Jumat (6/3/2026).
Tim gabungan segera bergerak setelah menerima laporan tersebut. Mereka melakukan penelusuran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban.
Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Warga sekitar turut membantu pencarian korban di sepanjang aliran air.
Dua Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Petugas menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus banjir. Korban tersebut merupakan seorang pria dewasa.
Namun, petugas tidak menemukan identitas korban saat evakuasi berlangsung. Karena itu, petugas belum dapat memastikan identitas pria tersebut.
Wahyu Hidayat menjelaskan kondisi tersebut kepada awak media.
“Korban yang ditemukan tidak membawa identitas. Sedangkan dua korban lain yang masih dicari merupakan anak-anak, yaitu SA berusia 10 tahun dan satu lagi sekitar enam tahun,” jelas Wahyu.
Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa salah satu korban yang meninggal dunia bernama Satria. Anak tersebut berusia 10 tahun.
Arus banjir menyeret Satria di kawasan Terminal Rajabasa. Petugas kemudian menemukan korban setelah melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Selain korban anak tersebut, petugas juga menemukan jenazah seorang pria dewasa. Warga menemukan jenazah tersebut di kawasan Gang Fatah.
Lokasi penemuan berada di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Kedamaian. Warga menemukan jenazah sekitar pukul 17.00 WIB.
Satu Anak Masih Dalam Pencarian
Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya. Korban tersebut merupakan seorang anak laki-laki.
Usia korban diperkirakan sekitar enam tahun. Hingga Jumat malam, tim belum menemukan korban tersebut.
Karena itu, tim terus menyisir sejumlah titik yang berpotensi menjadi jalur hanyut korban. Tim juga memeriksa aliran sungai serta drainase di sekitar wilayah terdampak.
Selain itu, tim melibatkan banyak unsur dalam operasi pencarian. Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat ikut membantu pencarian.
“Tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk mencari dua korban lainnya yang belum ditemukan,” tambahnya.
Tim melakukan penyisiran secara bertahap. Mereka memeriksa setiap titik aliran air yang memungkinkan korban tersangkut.
Warga Temukan Jenazah di Aliran Sungai
Penemuan jenazah pria tanpa identitas bermula dari laporan seorang warga. Warga tersebut bernama Zulkifli.
Zulkifli melihat sesuatu yang mencurigakan saat membersihkan sampah di belakang rumahnya. Lokasi tersebut berada di dekat aliran sungai.
Ia melihat bagian tubuh yang tersangkut di paralon saluran air. Karena itu, ia mendekat untuk memastikan kondisi tersebut.
“Awalnya saya melihat seperti ada kaki yang tersangkut. Setelah dicek lebih dekat ternyata itu mayat,” kata Zulkifli.
Setelah itu, Zulkifli segera memanggil warga lain untuk membantu proses evakuasi. Ia meminta bantuan Mustofa dan Johari.
Ketiga warga tersebut kemudian mengevakuasi jenazah dari aliran sungai. Mereka membawa jenazah ke teras rumah warga terdekat.
Selanjutnya, warga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Mereka menghubungi Polsek Tanjungkarang Timur.
Polisi Lakukan Identifikasi Korban
Petugas kepolisian segera merespons laporan warga tersebut. Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung menuju lokasi.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka memeriksa kondisi lokasi penemuan korban.
Selain itu, petugas juga mengumpulkan keterangan dari warga sekitar. Langkah tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi korban.
Setelah proses awal selesai, petugas membawa jenazah ke rumah sakit. Petugas mengirim jenazah ke RSUD Abdul Moeloek.
Rumah sakit akan melakukan proses identifikasi lebih lanjut. Petugas berharap proses tersebut dapat membantu menemukan identitas korban.
Hujan Deras Picu Banjir di Bandar Lampung
Banjir bandang Bandar Lampung terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah kota. Hujan berlangsung cukup lama pada Jumat siang.
Catatan waktu menunjukkan hujan mulai turun sekitar pukul 14.10 WIB. Hujan kemudian berhenti sekitar pukul 16.17 WIB.
Curah hujan tinggi memicu genangan air di berbagai kawasan. Air kemudian mengalir deras di sejumlah saluran drainase.
Beberapa kawasan permukiman warga ikut terendam air. Selain itu, arus air yang kuat menyeret sejumlah benda di sekitar lokasi.
Situasi tersebut akhirnya menyebabkan korban jiwa. Beberapa warga dilaporkan terseret arus banjir yang datang secara tiba-tiba.
Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan proses pencarian. Petugas berharap segera menemukan korban terakhir yang masih hilang.
- Penulis: orba battik


