Aspirasi & Estimasi: Perjuangan Driver Ojol Demi Keadilan dan Kesejahteraan
- account_circle een1978
- calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
- print Cetak

Bandar Lampung, Battikpost – Suara Driver Ojol Menggema!
Dalam era digital, transportasi online menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat. Di balik layanan cepat dan mudah yang dinikmati pelanggan, ada realitas pahit yang dihadapi para driver ojek online (ojol). Mereka menghadapi beban operasional besar, sementara hak dan kesejahteraan mereka sering diabaikan oleh perusahaan aplikator.
Hari ini, aksi para driver dengan tema “Aspirasi & Estimasi” menggema. Mereka menuntut keadilan, hak, dan perubahan sistem yang lebih berpihak pada mitra pengemudi.
Mitra atau Sekadar Objek Kebijakan Sepihak?
Sejak awal bergabung, driver ojol harus memenuhi berbagai persyaratan dari perusahaan aplikator, seperti:
✅ Kendaraan yang tidak lebih dari 5 tahun usia pemakaian.
✅ Atribut lengkap (helm, jaket, jas hujan).
✅ Ponsel dan paket data untuk menerima order.
✅ Biaya bahan bakar, oli, dan perawatan kendaraan.
Semua itu ditanggung sendiri oleh driver, sementara aplikator hanya menyediakan akun dan tanda kemitraan. Namun, dalam praktiknya, keputusan sepihak sering terjadi, seperti:
❌ Suspend dan pemutusan mitra (PM) sepihak – Banyak driver kehilangan akun tanpa alasan yang jelas.
❌ Penyesuaian tarif tanpa mempertimbangkan biaya operasional – Tarif yang diberikan kerap tidak mencerminkan biaya sebenarnya.
Estimasi Biaya: Beban Berat Driver Ojol
Para driver bukan hanya bermitra dengan tenaga, tetapi juga modal finansial yang besar. Berikut estimasi pengeluaran tahunan seorang driver ojol:
1. Biaya Kendaraan
✔️ Motor (cash/kredit): Rp20 juta – Rp55 juta
✔️ Pajak kendaraan: Rp350 ribu – Rp750 ribu
✔️ Perawatan (oli, servis, ban, spare part): Rp5 juta – Rp7 juta
2. Biaya Operasional Harian
✔️ BBM: Rp12 juta – Rp15 juta/tahun
✔️ Pulsa dan paket data: Rp600 ribu – Rp1,2 juta/tahun
✔️ Cuci motor: Rp300 ribu – Rp425 ribu/tahun
3. Biaya Hidup Driver
✔️ Pengeluaran rumah tangga: Rp36 juta – Rp72 juta/tahun
✔️ Biaya makan di jalan: Rp18 juta – Rp36 juta/tahun
✔️ Sewa rumah dan listrik: Rp24 juta – Rp36 juta/tahun
Dari angka ini, jelas bahwa driver harus bekerja keras setiap hari hanya untuk menutupi biaya hidup, belum termasuk tabungan atau jaminan masa depan.
Driver Ojol: Bukan Budak, Bukan Pengemis!
Para driver menegaskan:
❌ Mereka bukan budak yang bisa diperlakukan seenaknya.
❌ Mereka bukan pengemis yang hanya menunggu belas kasihan.
❌ Mereka bukan pecundang yang pasrah tanpa perlawanan.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tetapi bagian dari perjuangan menegakkan keadilan!
Tuntutan Driver Ojol: Negara Harus Hadir!
Para driver menuntut agar:
1️⃣ Peraturan tentang kemitraan lebih jelas dan adil – Tidak ada lagi suspend dan pemutusan sepihak.
2️⃣ Penyesuaian tarif yang berpihak pada kesejahteraan driver.
3️⃣ Perlindungan hukum bagi driver dari eksploitasi aplikator.
4️⃣ Negara melalui Istana, DPR, dan Kementerian Ketenagakerjaan turun tangan.
Para driver berharap pemerintah dan masyarakat memahami bahwa kesejahteraan mereka bukan sekadar isu kecil, tetapi bagian dari keadilan sosial yang harus diperjuangkan.
💬 “Kami bukan sekadar mitra di aplikasi, kami adalah manusia yang berjuang demi hidup dan keluarga!” (Red)
- Penulis: een1978


