Danbrigif 4 Mar/BS Hadiri Pembaretan 752 Siswa Marinir
- account_circle orba battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo menghadiri upacara pembaretan 752 siswa Kejuruan Marinir di Pantai Baruna, Malang Selatan, Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menandai awal pengabdian para siswa sebagai prajurit Korps Marinir TNI AL.
Pembaretan 752 Siswa Kejuruan Marinir
Malang Selatan, Battikpost.site — Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS) Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., menghadiri Upacara Pembaretan Siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Angkatan XLVI Gelombang I.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan XLVI Gelombang I Kejuruan Marinir Tahun Anggaran 2026.
Panglima Korps Marinir memimpin langsung upacara pembaretan tersebut. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Pantai Baruna, Malang Selatan, pada 12 Oktober 2026.
Kehadiran Danbrigif 4 Mar/BS menunjukkan dukungan terhadap pembinaan personel Korps Marinir. Dukungan tersebut juga memperkuat proses penyiapan prajurit yang profesional, tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa juang tinggi.
752 Prajurit Ikuti Pembaretan
Sebanyak 752 prajurit mengikuti dan menyelesaikan rangkaian pendidikan Kejuruan Marinir. Jumlah tersebut terdiri atas 453 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Prajurit Karier.
Selain itu, sebanyak 299 siswa mengikuti Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier. Seluruh siswa menjalani pendidikan untuk membangun kemampuan dasar sebagai prajurit Korps Marinir.
Penyelesaian pendidikan menjadi langkah awal bagi para prajurit dalam menjalankan tugas. Mereka membawa bekal kemampuan, ketangguhan mental, serta nilai-nilai keprajuritan.
Bekal tersebut menjadi modal penting ketika mereka menghadapi berbagai tantangan tugas. Para prajurit juga perlu menerapkan kemampuan tersebut secara disiplin dalam setiap penugasan.
Baret Marinir Jadi Simbol Kehormatan
Upacara pembaretan memiliki arti penting bagi para siswa. Momentum tersebut menandai dimulainya perjalanan pengabdian mereka sebagai prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Penyematan baret Marinir mencerminkan kehormatan dan kebanggaan sebagai bagian dari Korps Marinir. Simbol tersebut juga membawa tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas kepada bangsa dan negara.
Setiap prajurit harus menjaga kehormatan baret yang mereka kenakan. Mereka juga harus menunjukkan sikap disiplin, loyalitas, serta dedikasi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Baca Juga Terbaru
Pegang Teguh Nilai Keprajuritan
Upacara tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat penghayatan nilai-nilai keprajuritan. Para prajurit perlu membangun loyalitas dan menjunjung tinggi kehormatan Korps Marinir.
Mereka juga harus memegang teguh Sapta Marga dalam menjalankan setiap tugas. Sumpah Prajurit menjadi pedoman penting dalam menjaga komitmen pengabdian.
Selain itu, para prajurit harus menjalankan Delapan Wajib TNI. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk sikap dan perilaku prajurit.
Pembaretan 752 siswa tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan prajurit Marinir yang siap menghadapi tugas. Mereka membawa tanggung jawab untuk menjaga nama baik Korps Marinir dan TNI Angkatan Laut.
Momentum tersebut juga mempertegas pentingnya kesiapan mental dan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Setiap prajurit harus terus meningkatkan profesionalisme selama menjalankan pengabdian.
Dengan pembaretan tersebut, 752 prajurit memulai tahap baru dalam perjalanan karier militernya. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh bekal pendidikan dalam pelaksanaan tugas.
Komitmen Pengabdian Prajurit Marinir
Para prajurit membawa amanah untuk menjaga kehormatan Korps Marinir. Mereka juga mengemban tanggung jawab dalam melaksanakan tugas kepada bangsa dan negara.
Pembaretan menjadi simbol awal perjalanan tersebut. Karena itu, setiap prajurit perlu mempertahankan disiplin, loyalitas, keberanian, dan semangat juang.
Kehadiran pimpinan Korps Marinir dan jajaran terkait turut memperkuat makna kegiatan tersebut. Upacara menjadi bagian dari pembinaan personel sekaligus penguatan karakter prajurit.
Para siswa kini menghadapi tahapan pengabdian berikutnya sebagai prajurit Marinir. Mereka perlu menerapkan seluruh kemampuan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan.
Dengan bekal tersebut, para prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional. Mereka juga perlu menjaga kehormatan Korps Marinir dalam setiap kesempatan.
- Penulis: orba battik




