Breaking News
light_mode

Korban Dugaan Pengeroyokan Lampung Minta Kapolda Tangkap Pelaku

  • account_circle Orba Battik
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak
Korban dugaan pengeroyokan Lampung meminta Kapolda Lampung mengusut tuntas kasus yang menimpanya. Polda Lampung telah menerima laporan resmi. Korban berharap polisi segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Polda Lampung Terima Laporan Resmi

Bandar Lampung, Battikpost.site — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kurnia Islami Firdaus menjadi perhatian masyarakat. Kurnia merupakan warga Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Korban meminta Polda Lampung mengusut tuntas perkara tersebut. Ia juga berharap penyidik segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

Polda Lampung menerima laporan itu melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/469/VI/2026/SPKT/Polda Lampung tertanggal 24 Juni 2026.

Peristiwa itu bermula ketika Kurnia mendatangi sebuah lokasi. Ia ingin meminta klarifikasi terkait dugaan pelecehan seksual terhadap istrinya, Intan.

Korban menyebut seorang pekerja renovasi rumah diduga melakukan pelecehan tersebut. Namun, situasi berubah saat ia tiba di lokasi.

Menurut pengakuan korban, sejumlah orang langsung melakukan pengeroyokan. Mereka memukul dan menendang korban secara bersama-sama.

Korban juga menyebut salah seorang pelaku memukul kepalanya menggunakan balok. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka serius.

Saya dipukuli, ditendang, dan kepala saya dipukuli pakai balok,” ujar korban.

Korban Belum Mendapat Perawatan Maksimal

Luka yang dialami korban memerlukan penanganan medis. Namun, keterbatasan biaya menghambat proses perawatan.

Korban kini menjalani perawatan di rumah. Ia mengaku tidak dapat melanjutkan perawatan rumah sakit karena persoalan pembiayaan.

Korban menjelaskan biaya rumah sakit tidak dapat menggunakan BPJS. Ia menyebut luka akibat dugaan tindak penganiayaan tidak dapat diklaim.

Sekarang saya dirawat di rumah karena terkendala biaya. Biaya rumah sakit tidak bisa diklaim BPJS,” tuturnya.

Kondisi tersebut semakin membebani kehidupan korban. Ia mengaku kehilangan kemampuan untuk bekerja setelah mengalami luka.

Korban juga harus memikirkan kebutuhan keluarganya. Salah satu anggota keluarga masih menjalani pendidikan tinggi.

Adik saya masih kuliah dan membutuhkan biaya. Dengan kondisi saya seperti ini, saya juga sudah tidak bisa bekerja,” katanya.

Korban mengaku beruntung adiknya datang ke lokasi kejadian. Menurutnya, kehadiran sang adik menyelamatkan nyawanya.

Mungkin kalau adik saya tidak datang, saya sudah meninggal,” ucapnya.

Keluarga Soroti Kondisi di Lokasi Kejadian

Adik korban, Aken Suanda, mendatangi lokasi setelah mengetahui peristiwa tersebut. Ia mengaku melihat kakaknya sudah tergeletak.

Menurut Aken, korban berada dalam kondisi bersimbah darah saat dirinya tiba di lokasi.

Aken juga menyoroti situasi di sekitar tempat kejadian. Ia menyebut sejumlah warga dan perangkat desa berada di lokasi.

Meski demikian, menurut Aken, tidak terlihat upaya pencegahan yang berarti terhadap dugaan pengeroyokan tersebut.

Sementara itu, Intan mengaku masih mengalami trauma. Dugaan pelecehan yang dialaminya membuat dirinya takut beraktivitas di luar rumah.

Ia juga mengaku belum berani kembali ke rumah barunya di Perumahan Safira Residence.

Korban Meminta Keadilan kepada Kapolda Lampung

Korban berharap Kapolda Lampung memberikan perhatian terhadap penanganan perkara tersebut. Ia mengaku mempercayakan seluruh proses hukum kepada kepolisian.

Saya minta keadilan. Saya percayakan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Saya yakin Bapak Kapolda Lampung mampu memberikan keadilan,” tegasnya.

Keluarga korban juga meminta penyidik segera memeriksa seluruh saksi. Mereka berharap polisi mengungkap seluruh fakta secara objektif.

Keluarga juga meminta aparat memproses hukum setiap pihak yang terbukti terlibat. Mereka berharap proses tersebut berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hingga berita ini ditulis, Polda Lampung masih melaksanakan penyelidikan dan penyidikan.

Para pihak yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi. Karena itu, seluruh dugaan yang muncul masih menunggu pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.

  • Penulis: Orba Battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinsos Lampung Tengah Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Ananda Syifa, Penderita Lumpuh di Anak Tuha

    Dinsos Lampung Tengah Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Ananda Syifa, Penderita Lumpuh di Anak Tuha

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Lampung Tengah, Battikpost.site – Ananda Syifa, anak perempuan asal Kampung Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, akhirnya mendapatkan kursi roda dari Dinas Sosial Lampung Tengah setelah lama menderita kelumpuhan. Bantuan itu diserahkan secara langsung kepada keluarganya pada Jumat, 4 Juli 2025, di Kantor Dinsos Lampung Tengah. Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Tengah bantu kursi roda kepada […]

  • Bagian Gedung DPRD Pesawaran Ambruk, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

    Bagian Gedung DPRD Pesawaran Ambruk, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Pesawaran— Bagian dari Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran mengalami kerusakan akibat ambruknya salah satu bagian bangunan pada Jumat siang (23/5/2025). Insiden ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang tengah melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pesawaran mengalami luka ringan. […]

  • Mayat Sopir Travel Ditemukan di Jati Agung, Diduga Dibegal

    Mayat Sopir Travel Ditemukan di Jati Agung, Diduga Dibegal

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Battikpost.site – Warga Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria di semak-semak dekat jembatan desa pada Minggu pagi, 29 Juni 2025. Mayat tersebut diduga kuat adalah korban pembegalan yang berujung pada pembunuhan. Penemuan mayat laki-laki di kawasan semak belukar dekat jembatan Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung […]

  • Kasus Penganiayaan SMPN 1 Gunung Sugih Masuk Penyidikan

    Kasus Penganiayaan SMPN 1 Gunung Sugih Masuk Penyidikan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kasus penganiayaan SMPN 1 Gunung Sugih di Lampung Tengah memasuki tahap penyidikan. Polisi menindaklanjuti laporan sejak Desember 2025. Penyidik memeriksa saksi dan menyiapkan penetapan tersangka terhadap oknum guru berinisial HA dalam waktu dekat. Perkara Resmi Masuk Tahap Penyidikan Lampung Tengah, Battikpost.site — Penanganan kasus penganiayaan SMPN 1 Gunung Sugih memasuki fase penyidikan. Perkara ini melibatkan […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Editor
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Jelang HPN 2026, JMSI Lampung Pastikan Kesiapan Rombongan

    Jelang HPN 2026, JMSI Lampung Pastikan Kesiapan Rombongan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Rapat Koordinasi Pengda JMSI Lampung Jelang HPN Bandar Lampung, Battikpost.site — JMSI Provinsi Lampung memastikan kesiapan rombongan menjelang keikutsertaan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 JMSI di Serang, Banten. Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (Pengda JMSI) Lampung menggelar rapat koordinasi pemantapan di Kantor JMSI Lampung, Jumat (6/2/2026).Baca […]

expand_less