Breaking News
light_mode

Korban Dugaan Pengeroyokan Lampung Minta Kapolda Tangkap Pelaku

  • account_circle Orba Battik
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • print Cetak
Korban dugaan pengeroyokan Lampung meminta Kapolda Lampung mengusut tuntas kasus yang menimpanya. Polda Lampung telah menerima laporan resmi. Korban berharap polisi segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Polda Lampung Terima Laporan Resmi

Bandar Lampung, Battikpost.site — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kurnia Islami Firdaus menjadi perhatian masyarakat. Kurnia merupakan warga Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Korban meminta Polda Lampung mengusut tuntas perkara tersebut. Ia juga berharap penyidik segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

Polda Lampung menerima laporan itu melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/469/VI/2026/SPKT/Polda Lampung tertanggal 24 Juni 2026.

Peristiwa itu bermula ketika Kurnia mendatangi sebuah lokasi. Ia ingin meminta klarifikasi terkait dugaan pelecehan seksual terhadap istrinya, Intan.

Korban menyebut seorang pekerja renovasi rumah diduga melakukan pelecehan tersebut. Namun, situasi berubah saat ia tiba di lokasi.

Menurut pengakuan korban, sejumlah orang langsung melakukan pengeroyokan. Mereka memukul dan menendang korban secara bersama-sama.

Korban juga menyebut salah seorang pelaku memukul kepalanya menggunakan balok. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka serius.

“Saya dipukuli, ditendang, dan kepala saya dipukuli pakai balok,” ujar korban.

Korban Belum Mendapat Perawatan Maksimal

Luka yang dialami korban memerlukan penanganan medis. Namun, keterbatasan biaya menghambat proses perawatan.

Korban kini menjalani perawatan di rumah. Ia mengaku tidak dapat melanjutkan perawatan rumah sakit karena persoalan pembiayaan.

Korban menjelaskan biaya rumah sakit tidak dapat menggunakan BPJS. Ia menyebut luka akibat dugaan tindak penganiayaan tidak dapat diklaim.

“Sekarang saya dirawat di rumah karena terkendala biaya. Biaya rumah sakit tidak bisa diklaim BPJS,” tuturnya.

Kondisi tersebut semakin membebani kehidupan korban. Ia mengaku kehilangan kemampuan untuk bekerja setelah mengalami luka.

Korban juga harus memikirkan kebutuhan keluarganya. Salah satu anggota keluarga masih menjalani pendidikan tinggi.

“Adik saya masih kuliah dan membutuhkan biaya. Dengan kondisi saya seperti ini, saya juga sudah tidak bisa bekerja,” katanya.

Korban mengaku beruntung adiknya datang ke lokasi kejadian. Menurutnya, kehadiran sang adik menyelamatkan nyawanya.

“Mungkin kalau adik saya tidak datang, saya sudah meninggal,” ucapnya.

Keluarga Soroti Kondisi di Lokasi Kejadian

Adik korban, Aken Suanda, mendatangi lokasi setelah mengetahui peristiwa tersebut. Ia mengaku melihat kakaknya sudah tergeletak.

Menurut Aken, korban berada dalam kondisi bersimbah darah saat dirinya tiba di lokasi.

Aken juga menyoroti situasi di sekitar tempat kejadian. Ia menyebut sejumlah warga dan perangkat desa berada di lokasi.

Meski demikian, menurut Aken, tidak terlihat upaya pencegahan yang berarti terhadap dugaan pengeroyokan tersebut.

Sementara itu, Intan mengaku masih mengalami trauma. Dugaan pelecehan yang dialaminya membuat dirinya takut beraktivitas di luar rumah.

Ia juga mengaku belum berani kembali ke rumah barunya di Perumahan Safira Residence.

Korban Meminta Keadilan kepada Kapolda Lampung

Korban berharap Kapolda Lampung memberikan perhatian terhadap penanganan perkara tersebut. Ia mengaku mempercayakan seluruh proses hukum kepada kepolisian.

“Saya minta keadilan. Saya percayakan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Saya yakin Bapak Kapolda Lampung mampu memberikan keadilan,” tegasnya.

Keluarga korban juga meminta penyidik segera memeriksa seluruh saksi. Mereka berharap polisi mengungkap seluruh fakta secara objektif.

Keluarga juga meminta aparat memproses hukum setiap pihak yang terbukti terlibat. Mereka berharap proses tersebut berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hingga berita ini ditulis, Polda Lampung masih melaksanakan penyelidikan dan penyidikan.

Para pihak yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi. Karena itu, seluruh dugaan yang muncul masih menunggu pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.

  • Penulis: Orba Battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Geram Jalan Rusak di Pahoman Tak Diperbaiki, Padahal Dekat Rumah Dinas Wali Kota

    Warga Geram Jalan Rusak di Pahoman Tak Diperbaiki, Padahal Dekat Rumah Dinas Wali Kota

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Bandar Lampung – Warga Kelurahan Pahoman dibuat geram dengan kondisi Jalan Gatot Subroto yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. Ironisnya, kerusakan ini hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah dinas Wali Kota Bandar Lampung, namun belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kerusakan jalan yang berada di ruas utama tersebut telah berlangsung cukup […]

  • Gubernur Lampung Prioritaskan Jalan Beton untuk Pacu Hilirisasi

    Gubernur Lampung Prioritaskan Jalan Beton untuk Pacu Hilirisasi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Battikpost.site – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempercepat hilirisasi komoditas pangan dan menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui percepatan pembangunan infrastruktur. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning bersama para pelaku usaha di Mahan Agung, Rabu (26/11/2025). Gubernur mengatakan sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Lampung […]

  • Warga Purwodadi Tuntut Shelter Anjing Ilegal Segera Ditutup

    Warga Purwodadi Tuntut Shelter Anjing Ilegal Segera Ditutup

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Lampung Selatan – Aksi protes mewarnai Dusun V, Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, pada Selasa (3/6/2025). Ratusan warga menuntut penutupan shelter anjing ilegal di Purwodadi yang dianggap meresahkan dan mengganggu ketertiban lingkungan. Shelter tersebut dikelola seorang perempuan bernama Onil sejak Februari 2025. Namun, keberadaannya tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah desa. […]

  • Kuasa Hukum Dokter Priguna: Jangan Hakimi Istri dan Keluarga, Mereka Tak Terlibat

    Kuasa Hukum Dokter Priguna: Jangan Hakimi Istri dan Keluarga, Mereka Tak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandung – Kuasa hukum dari Dokter Priguna Anugerah P. alias PAP menegaskan bahwa istri dan keluarga kliennya tidak terlibat dalam kasus hukum yang kini menjadi sorotan publik. Mereka meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi pribadi yang dapat merugikan pihak keluarga. Dokter Priguna Tinggal di Bandung Sejak 2012 Priguna merupakan Residen Anestesi dari Program Pendidikan […]

  • Purnama Wulan Sari Terpilih Jadi Ketua Persani Lampung 2025-2029 dalam Musyawarah Provinsi

    Purnama Wulan Sari Terpilih Jadi Ketua Persani Lampung 2025-2029 dalam Musyawarah Provinsi

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Bandar Lampung — Persani Lampung menggelar Musyawarah Provinsi 2025 di Taman Santap Rumah Kayu, Rabu (14/05/2025). Purnama Wulan Sari Mirza resmi terpilih sebagai Ketua Pengprov Persani Lampung masa bakti 2025-2029. Musyawarah Provinsi Persatuan Senam Indonesia (Persani) Lampung Tahun 2025 resmi digelar di Taman Santap Rumah Kayu, Rabu (14/05/2025). Acara dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris […]

  • Mahasiswa dan Masyarakat Akan Gelar Aksi Dugaan Pemalsuan Dokumen di Universitas Malahayati

    Mahasiswa dan Masyarakat Akan Gelar Aksi Dugaan Pemalsuan Dokumen di Universitas Malahayati

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandar Lampung –Dugaan pemalsuan dokumen di Universitas Malahayati memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Lampung (AMP3L) akan menggelar aksi damai bertajuk Panggung Rakyat pada Senin, 14 April 2025, pukul 13.00 WIB, di depan Mapolresta Bandar Lampung. Aksi ini mengundang partisipasi dari mahasiswa, aktivis pendidikan, dan masyarakat umum. Para peserta […]

expand_less