Guru Bongkar Dugaan Bisnis di Balik Kunjungan Industri SMKN 1 Tanjung Sari
- account_circle pimred
- calendar_month Senin, 26 Mei 2025
- print Cetak

Battikpost.site, Lampung Selatan — SMKN 1 Tanjung Sari, Lampung Selatan, menjadi sorotan usai kegiatan Kunjungan Industri ke Jakarta, Jogja, dan Bandung memicu polemik. Biaya tinggi, dugaan paksaan, hingga minimnya transparansi membuka ruang kecurigaan adanya praktik bisnis terselubung.
Viral di TikTok, Warganet Soroti Kegiatan KI
Kontroversi ini mencuat setelah akun TikTok M-TJEK NEWS mengunggah video mengenai kegiatan Kunjungan Industri (KI) SMKN 1 Tanjung Sari yang dilaksanakan 7–12 Mei 2025. Video tersebut sudah ditonton lebih dari 161 ribu kali, disukai 4.129 akun, dibanjiri 780 komentar, dan dibagikan hampir 3.000 kali.
Warganet pun meluapkan kekecewaannya. Akun @nadiyavega1206 menulis, “Mau demo tapi dah kemakan uangnya.” Akun lain, @zeendown, menambahkan, “Kelas privat intinya ikut KI kemarin katanya wajib.”
Seorang alumni dengan akun @bujang_mama67 mengungkapkan, “Saya alumni sana. Kita pertama masuk sudah bayar 500 ribu buat DP Study Tour. Kalau nggak ikut, ya hilang 500 ribu itu.”
BACA JUGA:
- wakil-gubernur-lampung-tekankan-peningkatan-kualitas-pendidikan-sebagai-fondasi-utama-kemajuan-pembangunan-daerah
- smkn-1-tanjung-sari-dituding-bebani-orang-tua-rp819-juta
Keluhan juga datang dari wali murid. Akun @sarmila.sarmila36 menulis, “Anakku tahun lepas kunjungan industri biaya 2,5 juta, belum uang saku, lumayan puyeng.” Sedangkan akun @zah_mediatek menyebut, “Kalau nggak ikut tahun ini, wajib ikut tahun depan. Kalau tetap nggak mau ikut, waktu PKL ditambah. Sama saja memaksa.”
Guru Buka Suara: “Ini Sudah Kelewatan”
Seorang guru SMKN 1 Tanjung Sari angkat bicara dan mengungkap banyak persoalan internal. Ia menyebutkan bahwa kegiatan KI dan perpisahan siswa sempat memicu penarikan dana yang membebani orang tua.
“Perpisahan sempat dipungut Rp200 ribu sampai Rp300 ribu, tapi katanya sudah dikembalikan,” ujarnya pada Kamis (22/5/2025).
Namun, tekanan terhadap orang tua soal kewajiban ikut KI dinilainya sebagai bentuk pemaksaan. “Orang tua takut anaknya bermasalah kalau nggak ikut. Ada yang bilang, nggak ikut KI, nggak bisa PKL. Jadi mereka terpaksa.”
Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Kepala Sekolah, Yornedi. “Beliau jarang komunikasi, nggak pernah ke bengkel. Datang ke sekolah pun jarang, paling jam 10 atau 11 sudah keluar. Coba sidak deh, biar tahu.”
Dana Tak Transparan, Travel Bungkam soal Rincian
Baca Juga Terbaru
Guru tersebut menyebut 11 guru pendamping turut serta dalam KI tahun ini, belum termasuk panitia. Ia juga menyebutkan bahwa setiap guru biasanya mendapatkan uang saku sekitar satu juta rupiah.
“Travel-nya pakai Puma. Tapi dari dulu wali murid selalu minta rincian biaya, nggak pernah dikasih. Tahunya cuma angka global yang tiap tahun naik terus,” keluhnya.
Nama Romi, Wakil Humas sekolah, disebut sebagai “tangan kanan” kepala sekolah dan selalu terlibat dalam setiap kegiatan.
BACA JUGA :
- spmb-gantikan-ppdb-lampung-terapkan-sistem-baru-penerimaan-murid-yang-adil-dan-inklusif
- program-ijazah-gratis-lampung-bantu-sopi-raih-masa-depan-cerah
Ketika dikonfirmasi langsung oleh PEWARTA, Romi hanya menjelaskan lokasi kunjungan tanpa memberikan rincian biaya.
Guru tersebut juga mengungkapkan adanya kebijakan baru yang merugikan guru.
“Honor kelebihan jam ngajar semester ini nggak ada lagi. Padahal di sekolah lain masih dibayar.”
Harga Kegiatan Diduga Digelembungkan
Dugaan adanya penggelembungan dana semakin kuat setelah CEO Puma Tour, Didik, menolak memberikan rincian biaya kepada wartawan.
“Kalau detail rincian itu, ya dapur masing-masing travel to Pak,” ucapnya sambil tertawa.
Namun, penelusuran tim MEDIA ke beberapa biro perjalanan di Lampung menemukan bahwa paket perjalanan Jakarta–Jogja–Bandung umumnya hanya berkisar Rp1,9 juta hingga Rp2,1 juta.
Baca Juga Berita Populer
Sementara itu, siswa SMKN 1 Tanjung Sari harus membayar Rp2,6 juta. Selisih Rp500 ribu inilah yang menimbulkan tanda tanya besar di kalangan wali murid. (Tim).
- Penulis: pimred


