Soroti Banjir Bandar Lampung, Mukhlis Basri Sebut “PR Wali Kota”
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Pernyataan anggota DPR RI, Mukhlis Basri, mengenai banjir di Bandar Lampung memicu perdebatan publik. Mukhlis menilai banjir menjadi “PR bagi Wali Kota”. Netizen kemudian mempertanyakan peran DPR RI dalam membantu solusi penanganan banjir.
Polemik Pernyataan Mukhlis Basri Soal Banjir Bandar Lampung
Bandar Lampung, Battikpost.site — Pernyataan anggota DPR RI, Mukhlis Basri, terkait banjir Bandar Lampung memicu polemik di tengah masyarakat.
Mukhlis Basri menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Video itu mulai viral sejak 6 Maret 2026.
Dalam video tersebut, Mukhlis Basri menceritakan pengalamannya selama tinggal di kawasan Korpri. Ia mengaku belum pernah merasakan banjir seperti yang terjadi saat ini.
Mukhlis Basri kemudian menyoroti kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung. Ia menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani oleh pemerintah kota.
Dalam pernyataannya, Mukhlis Basri juga menyebut bahwa persoalan banjir tersebut merupakan “PR bagi Wali Kota” untuk segera diselesaikan.
Netizen Soroti Peran DPR RI dalam Penanganan Banjir
Pernyataan Mukhlis Basri langsung memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan kritik melalui media sosial.
Sebagian netizen menilai pernyataan tersebut terkesan hanya menyalahkan pemerintah daerah. Mereka berharap anggota DPR RI ikut memperjuangkan solusi nyata bagi masyarakat.
Netizen mengingatkan bahwa anggota DPR RI memiliki akses langsung terhadap kebijakan nasional. Mereka juga memiliki peran penting dalam memperjuangkan anggaran pembangunan daerah.
Karena itu, masyarakat menilai kritik seharusnya diikuti dengan langkah konkret. Mereka berharap wakil rakyat turut membantu mencari jalan keluar bagi persoalan banjir.
“Kalau hanya menyampaikan kritik tentu mudah. Tapi sebagai anggota DPR RI, seharusnya juga bisa ikut memperjuangkan solusi. Misalnya melalui kebijakan di pusat atau memperjuangkan anggaran untuk penanganan banjir,” ujar salah seorang warga.
Banjir Bandar Lampung Dinilai Butuh Sinergi Semua Pihak
Sebagian masyarakat juga menilai persoalan banjir tidak bisa ditangani oleh pemerintah kota saja. Banjir membutuhkan penanganan yang melibatkan berbagai pihak.
Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat perlu membangun koordinasi yang kuat. Sinergi tersebut penting untuk mempercepat penanganan banjir.
Anggota DPR RI juga memiliki peran strategis dalam proses tersebut. Mereka dapat mendorong kebijakan nasional yang mendukung penanganan banjir di daerah.
Selain itu, anggota DPR RI dapat memperjuangkan program pembangunan infrastruktur melalui anggaran pemerintah pusat. Dukungan tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi banjir.
Masyarakat berharap wakil rakyat ikut hadir dalam proses pencarian solusi. Kehadiran tersebut dinilai penting untuk mempercepat perbaikan kondisi lingkungan perkotaan.
Klarifikasi Lokasi Video yang Viral
Perdebatan publik juga memunculkan klarifikasi dari sebagian masyarakat. Mereka menyoroti lokasi dalam video yang beredar di media sosial.
Sebagian warga menyebut lokasi pada bagian akhir video bukan berada di kawasan Korpri. Mereka menyebut lokasi tersebut berada di perempatan jalan menuju pintu masuk Tol ITERA.
Informasi tersebut kemudian menyebar di berbagai platform media sosial. Warganet mulai membahas kembali konteks lokasi dalam video tersebut.
Perbedaan informasi mengenai lokasi banjir turut memicu diskusi baru di ruang publik. Masyarakat mencoba memastikan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pemerintah Kota Lakukan Berbagai Upaya Penanganan
Di tengah polemik yang berkembang, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus melakukan berbagai langkah penanganan banjir.
Pemerintah kota melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik rawan genangan. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air saat hujan deras turun.
Petugas juga melakukan perbaikan saluran air di beberapa kawasan yang sering terdampak banjir. Pemerintah kota menargetkan perbaikan tersebut dapat mengurangi risiko genangan air.
Selain itu, petugas melakukan pembersihan sungai dan talud secara berkala. Kegiatan ini bertujuan menjaga aliran air agar tidak tersumbat oleh sampah atau sedimentasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka pendek dalam penanganan banjir. Pemerintah kota juga merencanakan perbaikan infrastruktur drainase secara bertahap.
Masyarakat Harapkan Solusi Nyata dari Wakil Rakyat
Perdebatan yang muncul di ruang publik menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap persoalan banjir Bandar Lampung.
Banjir menjadi masalah yang berulang di beberapa kawasan kota. Warga berharap semua pihak dapat bekerja bersama untuk mengatasinya.
Masyarakat berharap wakil rakyat di berbagai tingkatan ikut berkontribusi dalam penanganan masalah tersebut. Mereka tidak hanya mengharapkan kritik, tetapi juga langkah nyata.
Harapan tersebut muncul karena masyarakat menginginkan perubahan yang lebih baik. Mereka berharap pembangunan kota dapat berjalan lebih efektif.
Diskusi publik yang muncul juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan perkotaan. Warga kini semakin aktif menyampaikan aspirasi melalui berbagai platform.
Partisipasi masyarakat tersebut dapat menjadi dorongan bagi pemerintah dan wakil rakyat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi persoalan banjir Bandar Lampung.
- Penulis: Orba Battik


