Gubernur Tinjau Perbaikan Jalan Gunung Batin–Daya Murni
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meninjau perbaikan jalan provinsi pada ruas Gunung Batin–Daya Murni di Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026). Pemerintah daerah memprioritaskan kualitas konstruksi serta pembatasan tonase kendaraan menjelang arus mudik Lebaran.
Peninjauan Langsung Proyek Jalan
Lampung Tengah, Battikpost.site — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat perbaikan jalan provinsi pada beberapa ruas penting. Salah satunya berada di jalur Gunung Batin–Daya Murni. Jalur tersebut menghubungkan aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Gubernur datang langsung ke lokasi pekerjaan. Ia memantau progres pekerjaan bersama tim teknis lapangan. Kunjungan ini memastikan kondisi jalan tetap mendukung mobilitas warga.
Selain itu, pemerintah ingin menjaga konektivitas antarwilayah. Jalur tersebut melayani aktivitas ekonomi harian masyarakat. Pemerintah juga memperhatikan kebutuhan pengguna jalan menjelang mudik.
Ruas tersebut memiliki panjang sekitar 12 kilometer. Kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan cukup lama. Karena itu pemerintah memberi perhatian serius.
Pada tahun sebelumnya, pemerintah telah melakukan perbaikan terbatas. Namun pemerintah memperluas penanganan pada tahun ini. Cakupan pekerjaan mendekati akses tol di wilayah Gunung Sugih.
Fokus Sementara Menjelang Mudik
Pemerintah daerah memprioritaskan kenyamanan pengguna jalan menjelang Lebaran. Tim teknis bekerja memperbaiki permukaan jalan secara bertahap. Langkah ini bersifat sementara.
Gubernur menyampaikan rencana lanjutan setelah masa mudik. Pemerintah akan melanjutkan pekerjaan dengan metode lebih permanen. Program tersebut akan berlangsung secara bertahap.
“Untuk sementara kita fokus agar jalan ini bisa dilalui dengan baik sampai Lebaran. Setelah itu akan dilanjutkan dengan perbaikan yang lebih maksimal,” ujar Mirza saat meninjau lokasi.
Pernyataan tersebut menegaskan prioritas pemerintah saat ini. Pemerintah ingin memastikan akses jalan tetap layak. Masyarakat diharapkan merasakan perjalanan lebih aman.
Selain itu, pemerintah menilai momentum mudik sangat penting. Volume kendaraan biasanya meningkat pada periode tersebut. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat penanganan lapangan.
Metode Perbaikan dan Standar Teknis
Gubernur juga menyoroti metode pekerjaan konstruksi. Tim teknis menggunakan sistem dua lapisan yang menyesuaikan kondisi tanah. Metode tersebut bertujuan meningkatkan daya tahan jalan.
Pemerintah menekankan standar spesifikasi teknis secara ketat. Tim pelaksana harus memenuhi ukuran yang telah ditetapkan. Ketebalan pondasi bawah menjadi perhatian utama.
Gubernur menyebutkan ukuran pondasi bawah ideal sekitar 35 sentimeter. Standar tersebut bertujuan menahan beban kendaraan harian. Pemerintah ingin mencegah kerusakan cepat pada masa mendatang.
Tim lapangan memeriksa kondisi tanah sebelum pekerjaan berlangsung. Setiap titik memiliki karakteristik berbeda. Karena itu metode pekerjaan disesuaikan secara teknis.
Pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas hasil pekerjaan. Selain itu, langkah tersebut memberi perlindungan pada struktur jalan. Pemerintah berharap jalan dapat bertahan lebih lama.
Riwayat Perbaikan Jalan
Hasil peninjauan menunjukkan riwayat pekerjaan sebelumnya. Perbaikan terakhir diperkirakan terjadi sekitar satu dekade lalu. Kondisi tersebut terlihat dari struktur konstruksi lama.
Spesifikasi konstruksi saat itu belum memenuhi standar saat ini. Volume kendaraan kini meningkat cukup signifikan. Hal tersebut mempengaruhi ketahanan jalan.
Aktivitas distribusi barang juga meningkat setiap tahun. Jalan provinsi menjadi jalur utama kendaraan angkutan. Kondisi ini menuntut kualitas konstruksi lebih kuat.
Pemerintah mempelajari kondisi lapangan sebelum menentukan metode perbaikan. Tim teknis menganalisis kerusakan secara langsung. Hasil analisis menjadi dasar pekerjaan lanjutan.
Selain itu, pemerintah mempertimbangkan faktor mobilitas masyarakat. Jalan tersebut menjadi akses penting antarwilayah. Banyak warga memanfaatkan jalur tersebut setiap hari.
Sorotan Terhadap Kendaraan ODOL
Gubernur juga menyoroti kendaraan dengan muatan berlebih. Fenomena ODOL masih sering terjadi di beberapa wilayah. Kondisi ini mempercepat kerusakan jalan provinsi.
Laporan lapangan menunjukkan fakta cukup mencolok. Jalan provinsi dirancang menahan beban sekitar 8 ton. Namun kendaraan sering membawa muatan jauh lebih berat.
Kendaraan pengangkut singkong sering melintas di jalur tersebut. Muatan kendaraan bahkan mencapai 30 hingga 40 ton. Kondisi ini mempengaruhi kekuatan struktur jalan.
Pemerintah meminta semua pihak mematuhi aturan tonase kendaraan. Kepatuhan tersebut sangat penting bagi keberlanjutan infrastruktur. Jalan yang baik membutuhkan dukungan semua pihak.
Selain itu, sektor usaha juga memiliki tanggung jawab. Aktivitas distribusi harus mengikuti aturan yang berlaku. Dengan demikian, jalan dapat digunakan lebih lama.
“Kita ingin jalan yang dibangun benar-benar berkualitas dan sesuai spesifikasi. Ini untuk kepentingan masyarakat. Namun di sisi lain, sektor swasta juga harus memahami bahwa jalan provinsi memiliki batas tonase tertentu,” tegasnya.
Komitmen Peningkatan Infrastruktur Jalan
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pembangunan infrastruktur. Program peningkatan kualitas jalan akan terus berjalan. Pemerintah menargetkan hasil yang lebih tahan lama.
Salah satu rencana ke depan melibatkan konstruksi beton. Pemerintah mempertimbangkan metode tersebut pada beberapa titik rawan rusak. Metode ini dinilai lebih kuat menghadapi beban berat.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pengawasan proyek. Tim teknis akan memantau pekerjaan secara berkala. Pengawasan ini menjaga kualitas pembangunan.
Pemerintah ingin memastikan dana publik digunakan secara tepat. Infrastruktur jalan harus memberi manfaat luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama.
Saat ini pekerjaan penanganan sementara masih berlangsung. Tim lapangan bekerja agar jalur tetap nyaman digunakan. Pengguna jalan diharapkan merasakan perubahan kondisi jalan.
Setelah periode mudik berakhir, pemerintah melanjutkan perbaikan lanjutan. Program tersebut akan menggunakan konsep lebih permanen. Pemerintah berharap jalan dapat bertahan lebih lama.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Pemerintah ingin memperkuat konektivitas antarwilayah. Jalan yang baik mendukung distribusi logistik dan mobilitas warga.
Selain itu, akses jalan yang baik membantu aktivitas ekonomi. Masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih lancar. Infrastruktur yang memadai juga meningkatkan pelayanan publik di daerah.
- Penulis: Admin


