Gerakan 5.000 Khatam Al-Qur’an, MIN 2 Lamsel Ambil Peran
- account_circle orba battik
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Program Gerakan 5.000 Khatam Al-Qur’an Ramadhan 1447 H berlangsung di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini melibatkan madrasah, ASN, dan siswa. Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan menggagas program ini, sementara MIN 2 Lampung Selatan ikut mendukung pelaksanaan di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan Gerakan di Lingkungan Madrasah
Lampung Selatan, Battikpost.site — Gerakan 5.000 Khatam Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam syiar Ramadhan tahun ini. Program ini melibatkan banyak unsur pendidikan madrasah. Selain itu, kegiatan ini mengajak siswa meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an.
MIN 2 Lampung Selatan mengambil peran aktif dalam kegiatan tersebut. Madrasah ini menargetkan sekitar 200 kali khatam Al-Qur’an selama Ramadhan. Target itu menjadi bagian dari sasaran kabupaten yang mencapai 5.000 kali khatam.
Program ini melibatkan ASN Kementerian Agama Lampung Selatan. Selanjutnya, seluruh siswa madrasah di kabupaten ikut berpartisipasi. Karena itu, kegiatan ini berjalan serentak di berbagai satuan pendidikan.
Sejak pagi, suasana religius terasa kuat di lingkungan sekolah. Para siswa membaca Al-Qur’an secara tartil. Guru mendampingi kegiatan tersebut secara bergiliran.
Selain itu, guru memastikan kegiatan berjalan tertib dan khusyuk. Mereka juga menjaga suasana tetap kondusif. Dengan demikian, siswa dapat mengikuti tadarus dengan penuh makna.
Gerakan ini mendorong budaya literasi Al-Qur’an di madrasah. Karena itu, sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai program penting Ramadhan. Kegiatan tersebut juga memperkuat pembinaan karakter siswa.
Arahan Kepala Madrasah tentang Nilai Qur’ani
Kepala MIN 2 Lampung Selatan memberikan arahan kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya makna kegiatan tersebut. Selain itu, ia mengingatkan tujuan utama gerakan ini.
“Gerakan 5.000 kali khatam Al-Qur’an ini bukan sekadar mengejar angka. Yang lebih penting adalah membentuk karakter Qur’ani pada diri anak-anak kita. Mereka harus tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Nurcholis, Senin (23/2/2026).
Ia juga mengajak guru menjaga konsistensi pembinaan siswa. Guru memegang peran penting dalam kegiatan literasi Al-Qur’an. Karena itu, teladan guru sangat dibutuhkan di madrasah.
“Ramadhan adalah momentum memperkuat iman, disiplin, dan kebersamaan. Guru harus menjadi contoh dalam semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Jika budaya ini kuat, maka karakter siswa akan ikut terbentuk,” tambahnya.
Arahan tersebut memberi motivasi kepada seluruh peserta. Selain itu, pesan tersebut memperkuat komitmen madrasah. Madrasah ingin membangun karakter siswa yang religius.
Keterlibatan Guru dan Siswa dalam Tadarus
Para guru aktif membimbing siswa selama kegiatan berlangsung. Mereka mengatur jadwal membaca secara bergiliran. Selain itu, guru memberikan arahan ketika siswa membaca ayat.
Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Mereka duduk bersama dalam kelompok tadarus. Suasana belajar terasa lebih hidup selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini juga menumbuhkan kebersamaan di sekolah. Siswa saling mendukung ketika membaca Al-Qur’an. Karena itu, suasana Ramadhan terasa lebih bermakna.
Salah satu siswa kelas 3 A menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa senang mengikuti tadarus bersama teman dan guru.
“Saya senang ikut tadarus bersama teman-teman dan guru. Rasanya lebih semangat dan tidak cepat bosan. Saya jadi ingin lebih rajin membaca Al-Qur’an di rumah juga supaya bisa ikut menyumbang khatam untuk madrasah,” ujarnya.
Pernyataan itu menunjukkan antusiasme peserta didik. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an di rumah. Kebiasaan tersebut menjadi nilai penting dalam pendidikan karakter.
Dukungan Dokumentasi dan Literasi Digital
Tim IT madrasah turut mendukung kegiatan tersebut. Mereka melakukan dokumentasi kegiatan secara terstruktur. Selain itu, tim juga mengelola publikasi kegiatan secara digital.
Langkah ini meningkatkan transparansi kegiatan madrasah. Selain itu, publik dapat mengetahui proses pelaksanaan program. Dokumentasi tersebut juga memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah.
Madrasah memanfaatkan teknologi untuk publikasi kegiatan pendidikan. Karena itu, kegiatan Ramadhan dapat diketahui masyarakat luas. Hal ini juga meningkatkan citra positif madrasah.
Keterlibatan tim IT memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Mereka memastikan dokumentasi tersimpan dengan baik. Selain itu, publikasi berjalan secara terencana.
Tujuan Gerakan 5.000 Khatam Al-Qur’an
Program ini memiliki tujuan yang jelas bagi pendidikan madrasah. Pertama, kegiatan ini meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Kedua, program ini membentuk karakter religius sejak dini.
Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan disiplin dalam belajar agama. Madrasah juga memperkuat budaya literasi keagamaan melalui program ini. Karena itu, kegiatan tersebut memiliki dampak luas.
Program ini juga menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembinaan spiritual. Siswa belajar memahami nilai keagamaan secara langsung. Selain itu, siswa mempraktikkan kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin.
Manfaat kegiatan ini terlihat dalam proses belajar siswa. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa meningkat secara bertahap. Selain itu, siswa belajar menjaga konsentrasi saat membaca.
Kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan antar siswa. Mereka saling mendukung selama kegiatan berlangsung. Nilai tanggung jawab juga tumbuh dalam diri peserta didik.
Program ini mendorong kolaborasi antara berbagai pihak. Kementerian Agama, guru, ASN, dan siswa bekerja bersama. Karena itu, gerakan ini berjalan secara terarah.
Gerakan ini diharapkan menjadi fondasi pembentukan generasi Qur’ani. Generasi tersebut memiliki integritas dan daya saing. Selain itu, mereka membawa nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
- Penulis: orba battik