Wabah Chikungunya Melanda China: 7.000 Kasus Muncul, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
- account_circle karim saputra
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- print Cetak

Jakarta, Battik Post– China tengah menghadapi lonjakan kasus chikungunya secara signifikan. Sejak Juli 2025, lebih dari 7.000 kasus infeksi virus chikungunya telah dilaporkan di Provinsi Guangdong. Wabah ini mendorong pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil berbagai langkah darurat untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan terhadap penyebaran virus chikungunya dan mendesak semua negara untuk mengambil tindakan antisipatif. WHO mengingatkan potensi epidemi serupa seperti dua dekade lalu jika penanganan tidak cepat dilakukan.
Ribuan Dirawat di Rumah Sakit
Ribuan pasien kini menjalani perawatan intensif dengan perlindungan ketat, termasuk penggunaan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk penyebar virus. Pasien hanya diperbolehkan pulang setelah dinyatakan negatif atau telah dirawat selama tujuh hari.
Data terbaru menunjukkan hampir 3.000 kasus baru tercatat hanya dalam sepekan terakhir di wilayah yang sama.
Langkah Darurat Pemerintah China
Pemerintah China merespons cepat dengan mengerahkan berbagai upaya:
- Melepas ikan pemakan jentik nyamuk ke danau dan saluran air
- Menggunakan drone untuk mendeteksi sarang nyamuk
- Melepas nyamuk predator berukuran besar untuk memangsa nyamuk pembawa virus chikungunya
Langkah-langkah tersebut diambil untuk memutus rantai penyebaran vektor nyamuk secara alami tanpa membahayakan lingkungan.
Kenali Virus Chikungunya
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, virus chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus—jenis nyamuk yang juga menjadi vektor demam berdarah dengue.
Gejala yang umum terjadi meliputi:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Kelelahan ekstrem
- Ruam pada kulit
- Nyeri sendi dan tulang berkepanjangan (bisa berlangsung bulanan hingga tahunan)
Meski begitu, tidak semua penderita menunjukkan gejala. Infeksi chikungunya diketahui memiliki tiga fase:
- Fase akut: gejala muncul 1–2 minggu setelah gigitan
- Fase pasca-akut: berlangsung hingga 3 bulan
- Fase kronis: gejala menetap lebih dari 3 bulan, terutama nyeri sendi
Cara Efektif Mencegah Chikungunya
Virus ini belum memiliki vaksin khusus, sehingga pencegahan utama adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
Baca Juga Terbaru
- Menguras tempat penampungan air secara rutin
- Menutup rapat wadah penyimpanan air
- Membakar, mendaur ulang, atau membuang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk
- Menggunakan obat nyamuk atau memasang kawat anti-nyamuk
- Memastikan saluran air lancar dan tidak tergenang
- Menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air
Wabah chikungunya yang melanda China menjadi pengingat bagi semua negara untuk lebih waspada terhadap penyakit tropis yang disebarkan oleh nyamuk. Masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini,(Karim Saputra)
- Penulis: karim saputra


