Breaking News
light_mode

Krisis Air Ancam Ratusan Hektare Sawah Mada Jaya

  • account_circle AR
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak
Krisis air mengancam ratusan hektare sawah di Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Rilau, Pesawaran, Lampung. Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyiapkan sumur bor untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air dan mencegah kerugian semakin besar.

Pemkab Pesawaran Siapkan Solusi

Pesawaran, Battikpost.site — Pemerintah Kabupaten Pesawaran menaruh perhatian serius terhadap kondisi sawah yang mengalami kekurangan air. Dinas Pangan dan Hortikultura Pesawaran mulai menyiapkan langkah penanganan.

Kepala Dinas Pangan dan Hortikultura Pesawaran Hery menyampaikan langkah tersebut melalui Kepala Bidang Rohim. Rohim menyampaikan rencana itu saat meninjau areal persawahan Desa Mada Jaya.

Pemerintah daerah berupaya mencari solusi cepat bagi petani. Langkah tersebut bertujuan menjaga tanaman padi yang masih memiliki peluang menghasilkan panen.

Kita akan secepat mungkin memberikan solusi terbaik agar masyarakat, khususnya para petani, tidak lagi mengeluhkan kelangkaan air untuk mengairi areal persawahannya,” tegas Rohim saat berada di lokasi persawahan Desa Mada Jaya,Rabu, 12 Agustus 2026.

Rohim mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Koordinasi tersebut bertujuan mendapatkan solusi jangka pendek bagi kebutuhan air petani.

Pemerintah daerah mendorong pengadaan sumur bor sebagai salah satu langkah penanganan. Pemerintah juga akan mengupayakan distribusi air menuju area sawah yang membutuhkan.

Insyaallah dalam waktu dekat pihak dinas akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait di Jakarta agar secepatnya dapat mengalokasikan sumur bor. Untuk sementara, air dari sumur bor tersebut nantinya diupayakan dialirkan ke area persawahan yang membutuhkan,” ujarsnya.

Sumur Bor Jadi Opsi Penanganan

Rencana sumur bor menjadi perhatian utama dalam penanganan krisis air tersebut. Pemerintah berharap sumber air alternatif itu dapat membantu petani mempertahankan tanaman.

Petani membutuhkan pasokan air dalam waktu dekat. Kondisi tanaman terus menghadapi ancaman kerusakan akibat minimnya ketersediaan air.

Pemerintah daerah juga perlu menentukan titik distribusi air secara tepat. Langkah tersebut penting agar pasokan air dapat menjangkau sawah yang paling membutuhkan.

Lebih dari 300 Hektare Terancam

Kepala Desa Mada Jaya Gofur menjelaskan kondisi tanaman padi bersama sejumlah petani. Anggota Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan juga turut menyampaikan kondisi lahan.

Menurut Gofur, tingkat kerusakan tanaman berbeda pada setiap titik persawahan. Sebagian tanaman sudah mengalami kerusakan cukup berat akibat kekurangan air.

Namun, sebagian tanaman masih memiliki peluang untuk bertahan. Petani dapat menyelamatkan tanaman tersebut jika pasokan air segera tersedia.

Dari ribuan hektare hamparan sawah yang ada di desa kami, di beberapa titik terdapat lebih dari 300 hektare yang terancam gagal panen apabila tidak segera mendapatkan aliran air atau turun hujan,” ujar Gofur.

Gofur menyebut lebih dari 100 hektare tanaman padi sudah mengalami gagal panen. Ratusan hektare lainnya masih memiliki peluang untuk menghasilkan panen.

Seratus hektare lebih sudah dipastikan gagal panen. Sedangkan ratusan hektare lainnya masih bisa diharapkan apabila ada air, terlebih jika hujan turun dalam waktu dekat,” katanya.

Petani Berharap Hujan Segera Turun

Petani kini mengandalkan dua kemungkinan untuk menyelamatkan tanaman. Mereka membutuhkan pasokan air dari sumber alternatif atau hujan dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut membuat waktu menjadi faktor penting bagi petani. Keterlambatan pasokan air dapat memperluas kerusakan tanaman padi.

Petani juga membutuhkan kepastian mengenai rencana penyediaan sumur bor. Kepastian tersebut dapat membantu mereka menentukan langkah untuk mempertahankan tanaman.

Kerugian Petani Terus Membayangi

Krisis air juga mengancam kondisi ekonomi petani Desa Mada Jaya. Petani telah mengeluarkan biaya untuk mengolah lahan sebelum memasuki masa tanam.

Gofur menjelaskan biaya pengolahan lahan hingga proses penanaman cukup besar. Petani dapat mengeluarkan lebih dari Rp5 juta untuk seperempat hektare dalam satu musim tanam.

Biaya tersebut mencakup kebutuhan pengolahan lahan hingga penanaman. Petani menghadapi risiko kehilangan modal jika tanaman gagal menghasilkan panen.

Kondisi tersebut membuat petani berharap pemerintah segera menyediakan sumber air alternatif. Mereka ingin mempertahankan tanaman yang masih memiliki peluang untuk tumbuh.

Pemerintah Perlu Percepat Penanganan

Penyediaan sumber air menjadi langkah penting untuk menjaga produksi padi. Pemerintah perlu mempercepat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau petani.

Rencana pengadaan sumur bor juga membutuhkan tindak lanjut dari pemerintah daerah. Petani berharap pemerintah segera merealisasikan langkah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pangan dan Hortikultura dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Koordinasi tersebut dapat mempercepat penyediaan fasilitas sumber air.

Petani berharap bantuan tersebut hadir sebelum kerusakan tanaman semakin meluas. Mereka masih memiliki peluang mempertahankan ratusan hektare sawah jika pasokan air segera tersedia.

Krisis air di Mada Jaya menjadi perhatian karena menyangkut produksi pangan masyarakat. Pemerintah perlu menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus melindungi pendapatan para petani.

Data Singkat Krisis Air Mada Jaya

Luasan dan Dampak

  • Lebih dari 300 hektare sawah terancam gagal panen.
  • Lebih dari 100 hektare tanaman sudah mengalami gagal panen.
  • Ratusan hektare lainnya masih memiliki peluang terselamatkan.
  • Petani membutuhkan pasokan air dalam waktu dekat.
  • Pemerintah menyiapkan opsi pengadaan sumur bor.

Harapan Petani

Petani berharap pemerintah segera menyediakan sumber air alternatif. Mereka ingin menyelamatkan tanaman yang masih memiliki peluang panen.

Pemerintah juga perlu memastikan distribusi air menjangkau area terdampak. Langkah cepat dapat mengurangi risiko kerugian petani akibat kekurangan air.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Ormas Tipu Calon Pekerja di Serang, Gasak Uang hingga Rp100 Juta

    Oknum Ormas Tipu Calon Pekerja di Serang, Gasak Uang hingga Rp100 Juta

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Serang — Seorang oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) di Serang ditangkap polisi setelah dilaporkan menipu lima pencari kerja dengan modus menjanjikan pekerjaan di perusahaan sepatu, dengan total kerugian korban mencapai lebih dari Rp100 juta. TP alias Ateng, seorang oknum anggota organisasi masyarakat (ormas), dibekuk Unit Reskrim Polsek Cikande saat nongkrong bersama teman-temannya tak jauh […]

  • Terobosan di Aceh: Operasi Stenosis Laring Akibat TB Sukses Pakai Teknologi Endoskopi Coblation

    Terobosan di Aceh: Operasi Stenosis Laring Akibat TB Sukses Pakai Teknologi Endoskopi Coblation

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    BANDA ACEH, Battik Post – Dunia medis Indonesia kembali mencatat terobosan penting dalam penanganan penyakit pernapasan. Melalui teknologi endoskopi coblation, tim dokter di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sukses melakukan operasi pada pasien penderita stenosis laring akibat tuberkulosis (TB), Minggu (3/8/2025). Teknologi ini merupakan bagian dari perkembangan mutakhir di bidang Telinga Hidung Tenggorok–Bedah Kepala […]

  • DPO Curanmor di Bandar Lampung Ditangkap Polisi Setelah Setahun Buron

    DPO Curanmor di Bandar Lampung Ditangkap Polisi Setelah Setahun Buron

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, BattikPost Site – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung berhasil menangkap seorang buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), IE (38), warga Melinting, Lampung Timur. IE sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Juli 2023 lantaran terlibat aksi curanmor di sebuah kedai kopi di wilayah Enggal, Bandar Lampung. Sudah Setahun Buron Kasat […]

  • Maxim Indonesia Respons Tuntutan Ojol Terkait THR: Fokus pada Diskusi dan Dukungan Sosial

    Maxim Indonesia Respons Tuntutan Ojol Terkait THR: Fokus pada Diskusi dan Dukungan Sosial

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

      Battik Media, – Maxim Indonesia memberikan tanggapan terkait tuntutan para pengemudi ojek online (ojol) yang melakukan unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 17 Februari 2025. Aksi tersebut menuntut kepastian pemberian tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan platform layanan transportasi online, termasuk Maxim.Baca Juga TerbaruKrisis Air Ancam Ratusan Hektare Sawah Mada JayaWabup Umi Laila Lepas […]

  • Pahit Manis Kopi Liwa Lampung Barat: Cerita dari Lereng Bukit Barisan

    Pahit Manis Kopi Liwa Lampung Barat: Cerita dari Lereng Bukit Barisan

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle een1978
    • 0Komentar

    Battikpost, Lampung Barat – Pagi masih malas membuka mata, tapi aroma kopi robusta Liwa dari dapur rumah panggung di Pekon Way Mengaku, Lampung Barat, sudah lebih dulu menyapa. Asap tipis mengepul dari seduhan kopi yang baru ditumbuk manual, disiram air panas dari tungku kayu bakar. Hangat, sederhana, dan penuh cerita. “Kalau bukan kami yang jaga, siapa […]

  • Ribuan Driver Online Akan Guncang Jakarta Lewat Aksi 205

    Ribuan Driver Online Akan Guncang Jakarta Lewat Aksi 205

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle een1978
    • 0Komentar

    Jakarta, Battikpost.site – Aksi besar-besaran bertajuk Aksi 205 siap mengguncang Jakarta pada Selasa, 20 Mei 2025. Ribuan driver online dari berbagai penjuru Indonesia akan memadati kawasan Kementerian Perhubungan RI dan DPR RI, menyuarakan tuntutan terkait regulasi dan perlindungan bagi profesi mereka. 240+ Komunitas Driver Online Nyatakan Dukungannya Aksi ini bukan gerakan satu-dua komunitas. Berdasarkan data […]

expand_less