
Wisuda UMAHA angkatan XXIII berlangsung di Surabaya dan menghadirkan kisah inspiratif mahasiswi asal Podomoro Talang Padang. Acara ini menegaskan komitmen UMAHA terhadap pendidikan berkualitas, penguatan adab, dan kontribusi nyata lulusan bagi masyarakat melalui pesan moral yang disampaikan Rektor.
Prestasi Kampus dan Pesan Rektor
Tanggamus, Battikpost.site — Rektor UMAHA menegaskan bahwa perguruan tinggi harus memberi manfaat luas. Selain itu, ia menjelaskan bahwa kampus wajib menghadirkan dampak bagi masyarakat melalui mahasiswa dan alumni.
“Itu yang diharapkan pemerintah. Kampus ketika melaksanakan kegiatan betul-betul berdampak nyata, begitu juga alumninya,” jelasnya.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa tanggung jawab kampus tidak berhenti pada kegiatan akademik. Oleh karena itu, UMAHA terus mendorong mahasiswa agar hadir sebagai generasi berdaya guna. Kemudian, ia menyatakan bahwa setiap lulusan harus membawa nilai positif ketika kembali ke masyarakat.
Selain itu, UMAHA mencatat sejumlah capaian penting. Kampus tersebut meraih penghargaan dari Kemendikbud Saintek untuk wilayah LLDikti 7 Jawa Timur. Penghargaan itu hadir sebagai pengakuan terhadap keunggulan UMAHA dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, kampus ini terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi berdaya saing.
Rektor kemudian menegaskan komitmen untuk membuka akses seluas mungkin bagi mahasiswa kurang mampu.
Baca Juga Terbaru
“Kami fasilitasi beasiswa KIP dari pemerintah, tentunya dengan verifikasi agar tepat sasaran,” ujarnya.
Oleh karena itu, UMAHA terus memperluas peluang pendidikan demi pemerataan akses ilmu.
Selain itu, ia menyampaikan pesan utama kampus, yaitu Unggul dalam Adab. Pesan itu menjadi identitas UMAHA. Menurutnya, akhlak menentukan arah kesuksesan lulusan. Ia menuturkan bahwa masyarakat mengenal mahasiswa UMAHA melalui sikap mereka ketika menjalani KKN dan PKL.
“Akhlak lebih penting dari apa pun. Lulus dari sini, bawa nama baik UMAHA. Jaga adab dan akhlak di mana pun berada,” tegasnya.
Setelah itu, ia mendorong mahasiswa agar membangun pola pikir positif.
Baca Juga Berita Populer
“Merubah mindset melalui afirmasi positif itu sederhana, tapi dampaknya besar bagi keberhasilan. Itu harus ditanamkan sejak sekarang,” tambahnya.
Dengan demikian, ia berharap lulusan membawa perubahan bagi lingkungan masing-masing.
Akhirnya, prosesi wisuda tidak hanya menutup perjalanan akademik. Sebaliknya, acara ini membuka peran baru bagi para sarjana untuk memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Selain itu, wisuda ini menandai langkah awal lulusan UMAHA menuju pengabdian yang lebih luas.
Perjalanan Mahasiswi Asal Podomoro
Sofis Ambarwati Daulay, mahasiswi asal Podomoro Talang Padang, berhasil meraih gelar Sarjana Manajemen. Selain itu, ia merupakan putri dari Sofran Mulya Daulay (almarhum) dan Agis Fitriana. Ia berasal dari Pekon Negeri Agung, Dusun Podomoro, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Selanjutnya, Ofis—sapaan akrabnya—menyampaikan rasa haru setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Ma’arif Hasyim Latif (UMAHA), Jawa Timur. Ia menuturkan bahwa perjalanan menuntut ilmu di luar daerah membuatnya belajar banyak hal. Selain itu, ia menjalani proses penuh tantangan dengan sabar dan yakin.
Namun, seluruh perjuangan itu terbayar pada momen wisuda. Pada hari bersejarah tersebut, ia menitikkan air mata bahagia bersama rekan-rekan seperjuangan. Ia mengaku bersyukur karena berhasil melewati proses panjang selama masa studi.
Kemudian, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang ia terima.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor dan seluruh tenaga didik, keluarga, terutama kepada ibu Agis Fitriana yang selalu memberikan semangat serta dukungan selama ini.”
Selanjutnya, ia berharap ilmu yang ia peroleh mampu membentuk karakter diri. Selain itu, ia ingin membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, nusa, dan bangsa melalui bekal akademik yang ia dapatkan selama kuliah. Dengan demikian, ia menegaskan komitmen untuk melanjutkan peran sebagai generasi muda berdaya guna.
Nilai Perjuangan Menuntut Ilmu
Menurut Ofis, setiap mahasiswa harus memiliki tekad kuat dalam menuntut ilmu. Ia menjelaskan bahwa semangat belajar dan kesabaran menjadi modal utama. Selain itu, ia menegaskan bahwa keseriusan dan keyakinan harus tertanam dalam hati.
“Menuju keberhasilan, mahasiswa wajib mengatur waktu dengan baik. Selain itu, komunikasi dengan sesama mahasiswa juga harus berjalan positif,” tuturnya dalam percakapan dengan rekan media.
Selanjutnya, ia menceritakan pengalamannya merantau jauh dari kampung halaman. Oleh karena itu, ia belajar mengatur diri secara lebih mandiri. Selain itu, ia menegaskan bahwa situasi tersebut membentuk kedewasaannya selama proses pendidikan.
Dukungan Keluarga dan Kerabat
Agis Fitriana atau Umak turut mendampingi putrinya saat wisuda. Selain itu, ia menyampaikan selamat atas keberhasilan Sofis. Ia merasa bangga karena putrinya berhasil menuntaskan pendidikan dengan baik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tenaga pendidik yang telah membimbing Ofis selama masa studi.
Ia berharap Sofis mampu menjadi pribadi bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat luas. Selain itu, ia ingin putrinya selalu berbakti kepada orang tua di mana pun berada. Dengan demikian, ia meyakini bahwa pendidikan akan menjadi bekal utama masa depan.
Ucapan dari Adik-Adik Sofis
Daud, Diki, dan Bintang turut hadir dalam acara wisuda tersebut. Selain itu, mereka menyampaikan rasa bangga atas pencapaian kakaknya.
“Selamat ya kakak Ofis, selamat atas keberhasilannya, semoga tambah dewasa dan sayang sama kami adik-adik kakak Ofis,” ucap mereka penuh manja.
Dengan demikian, dukungan keluarga dan kerabat memperkuat kebahagiaan Ofis pada hari wisuda. Selain itu, momen tersebut menunjukkan bahwa perjalanan pendidikan tidak hanya milik mahasiswa, tetapi juga keluarga yang selalu menyertainya. (Rls/Red).
