News
Shadow

Rusia Klaim Vaksin Kanker mRNA Revolusioner, Siap Dipakai dan Gratis untuk Pasien

Rusia Klaim Vaksin Kanker mRNA Revolusioner

Rusia, Battikpost.site – Rusia kembali mencuri perhatian dunia medis setelah mengumumkan bahwa vaksin kanker berbasis mRNA yang mereka kembangkan telah siap digunakan. Tidak hanya itu, pemerintah Rusia juga berjanji vaksin tersebut akan diberikan secara gratis kepada pasien yang membutuhkan.

Kepala Badan Medis-Biologi Federal (FMBA) Rusia, Veronika Skvortsova, menyebut vaksin ini sebagai “terobosan revolusioner” dalam pengobatan kanker. Menurutnya, penelitian selama tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa vaksin ini aman, efektif, dan dapat digunakan berulang kali.

“Vaksin kanker mRNA ini mampu mengurangi ukuran tumor sekaligus memperlambat pertumbuhan sel kanker,” ujar Skvortsova, dikutip dari media Rusia.

Vaksin Terapeutik yang Dipersonalisasi

Berbeda dengan vaksin pada umumnya yang digunakan untuk pencegahan, vaksin kanker mRNA Rusia bersifat terapeutik. Artinya, vaksin ini dirancang untuk mengobati kanker yang sudah ada di tubuh pasien.

Setiap dosis vaksin dipersonalisasi berdasarkan profil tumor masing-masing pasien. Dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), para peneliti mampu merancang komposisi vaksin yang optimal hanya dalam waktu 30–60 menit.

Hasil uji praklinis pada hewan, terutama tikus, menunjukkan tanda-tanda positif. Tumor yang disuntikkan vaksin mengalami pertumbuhan lebih lambat, bahkan menunjukkan pengurangan metastasis atau penyebaran sel kanker.

Skeptisisme dari Komunitas Medis Internasional

Meski klaim Rusia terdengar menjanjikan, banyak pakar internasional menanggapi dengan hati-hati. Pasalnya, hingga kini data uji klinis pada manusia belum tersedia.

Menurut laporan Newsweek, uji coba fase awal baru akan dimulai sekitar September–Oktober 2025. Selain itu, belum ada publikasi ilmiah yang ditinjau sejawat terkait efektivitas maupun keamanan jangka panjang dari vaksin ini.

Beberapa ahli Barat mengingatkan agar dunia tidak melupakan pengalaman sebelumnya dengan vaksin COVID-19 Sputnik V.

Saat itu, Rusia juga meluncurkan klaim keberhasilan tanpa disertai data transparan, yang memicu kontroversi di tingkat global.

Rusia Tetap Optimistis

Kendati menuai kritik, Rusia tetap yakin dengan temuan mereka. Pemerintah menegaskan bahwa vaksin kanker mRNA ini akan menjadi solusi baru dalam perawatan kanker, yang selama ini masih mengandalkan metode operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

Menurut Skvortsova, vaksin ini bisa menjadi senjata tambahan dalam melawan kanker, terutama bagi pasien yang menghadapi risiko tinggi metastasis.

“Kami percaya vaksin ini akan menjadi tonggak penting dalam onkologi modern,” tegasnya.

Apakah Benar Revolusioner?

Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah: apakah vaksin kanker mRNA Rusia benar-benar revolusioner atau sekadar klaim yang terlalu dini?

Para pakar menekankan bahwa dunia perlu menunggu hasil uji klinis manusia sebelum memberikan penilaian akhir.

Jika data menunjukkan efektivitas nyata dan keamanan yang konsisten, vaksin ini berpotensi menjadi terobosan besar dalam pengobatan kanker global.

Namun, sampai bukti ilmiah lengkap dipublikasikan, klaim revolusioner tersebut masih harus diperlakukan dengan penuh kehati-hatian.

Dengan demikian, pengumuman Rusia soal vaksin kanker mRNA memang menarik perhatian, tetapi publik global masih menunggu pembuktian lebih lanjut dari dunia sains. (**).